Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Profil Pemain Masa Depan Persis Solo Athallah Araihan, Hampir Direkrut Klub  Belgia dan Jadi Langganan Timnas Junior

Niko auglandy • Senin, 11 Maret 2024 | 19:05 WIB
Striker Persis Solo U-20 Ahmad Athallah Araihan merayakan golnya ke gawang Persita Tangerang di final Elite Pro Academy (EPA) U-20 2023/2024 di Stadion Manahan.
Striker Persis Solo U-20 Ahmad Athallah Araihan merayakan golnya ke gawang Persita Tangerang di final Elite Pro Academy (EPA) U-20 2023/2024 di Stadion Manahan.

RADARSOLO.COM - Kesuksesan Persis Solo U-20  jadi juara Elite Pro Academy (EPA) U-20 2023/2024 ada peran penting dari Ahmad Athallah Araihan. Satu golnya ke gawang Persita Tangerang di laga final di Stadion Manahan Solo, Kamis, 7 Maret 2024 membawa Persis Solo U-20 jadi juara.

Dalam laga pamungkas ini Laskar Sambernyawa menang 3-1 atas Persita Tangerang.

Athallah Araihan adalah pemain masa depan Persis Solo. Dia berposisi sebagai striker tengah.  

Pergerakannya di lini pertahanan lawan cukup berbahaya. Dia juga pintar membuka ruang untuk membuat peluang.

Pemain 19 tahun kelahiran 4 Juni 2004 tersebut didatangkan Persis Solo pada 2021 untuk masuk sebagai project Persis Solo Youth. Sebelumnya pemain bernomor punggung 38 tersebut menempa diri di Ragunan Soccer School.

Dia mulai berlatih di SSB di Jakarta ini awalnya saat berusia delapan tahun (2012) hingga berusia 15 tahun (2019). Setelah itu dia bersekolah dan menempa diri di SKO Diklat Ragunan (2019-2021).

Usai lulus SMA dia langsung direkrut Persis Solo untuk merantau ke Kota Bengawan.

Athallah Araihan dikontrak Persis Solo hingga 27 November 2024. Usianya tahun ini akan genap 20 tahun, tentu banyak yang berharap musim depan dia bisa naik kelas untuk dipromosikan ke tim senior.

Sebelum berjuang di Persis Solo hingga membawa tim ini jadi juara EPA U-20 202/2024,  Athallah Araihan sudah banyak meraih banyak prestasi yang cukup bisa dibanggakan. Inilah TUJUH POIN penting prestasi dan catatan menarik dari kiprah Athallah Araihan, beberpa tahun lalu:

 

1. JADI JUARA, TOPSKOR,DAN PEMAIN TERBAIK DI CHINA

Pada 2018 Athallah Araihan banyak mencatatkan prestasi ciamik bersama klub yang diikutinya.

Athallah Araihan sempat mengantarkan tim sepak bola U-14 DKI Jakarta sebagai juara 7th Beijing Cup International School Football Tournament di Beijing, China 19-27 Juli 2018.

Di ajang ini Athallah Araihan juga mencatatkan diri sebagai pemain terbaik sekaligus pencetak gol terbanyak. Di tahun yang sama, dia juga menjadi pemain terbaik di kompetisi Liga Kompas U-14 2018.

 

2. BAWA BARA FC JUARA
Akhir 2018  Athallah Araihan sempat bergabung dengan tim Badung-Ragunan (Bara FC) yang terjun di kejuaraan Piala Menpora Bali IFC 2018. Bara FC sukses jadi juara di kompetisi ini.

Turnamen yang digagas Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) diikuti 12 tim dari sembilan negara. Selain Timnas Pelajar dan Bara FC, tuan rumah Indonesia juga menurunkan tim Bali All Stars untuk menggantikan Timor Leste. Hanya saja tim ini gagal lolos ke babak semifinal.

Sedangkan tim asing yang turun adalah Jepang (Progresso Sano FC), Cina (Hubei FA), Australia (Western Football), Korea Selatan (Busan Football Academy dan Gyeongnam Changnyeong SC), Filipina (Apuesto Bueno United FC), Thailand (Cruzeiro Academy Asia), Malaysia (Felda United FC) dan Singapura (Sporting CF SA).

Bara FC lolos ke partai puncak, usai di semifinal mengalahkan wakil Malaysia, Felda United FC dengan skor akhir 2-0. Ahmad Athallah Araihan ikut menyumbangkan satu gol di laga ini.

Bara FC berhasil menjadi juara Bali International Football Championship (IFC) U-15 2018 setelah berhasil mengalahkan Timnas Pelajar U-15 Indonesia melalui drama adu penalti 5-4 (1-1) di Stadion Beji Mandala, Badung, Bali (8/12/2018)


3. BERKEMBANG BERSAMA TIMNAS JUNIOR

Potensinya akhirnya juga ikut dilirik timnas. Athallah Araihan sempat bergabung dengan Timnas U-15 Indonesia yang terjun di ajang Boys Elite Football Tournament 2019.

Di kompetisi ini, Timnas U-15  mengakhiri kompetisi  di peringkat kedua. Kompetisi Boys Elite 2019 diikuti oleh empat negara, yakni Indonesia, Korea Selatan, Montenegro dan tuan rumah, Myanmar.

Tim asuhan Bima Sakti bermain cukup baik. Dimana Indonesia sukses menang 2-0 atas Myanmar dan 1-0 atas Montenegro. Namun, pada laga terakhir penentuan juara melawan Korea Selatan, Timnas Indonesia U-15 gagal meraih kemenangan.

Pada laga yang berlangsung di Stadion Mandala Thiri, Mandalay, Myanmar (18/8/2019), Timnas Indoonesia U-15 Indonesia di waktu normal hanya meraih hasil seri 1-1.

Timnas U-15 Indonesia unggul terlebih dahulu lewat gol yang diciptakan oleh Ahmad Athallah Araihan membawa Indonesia unggul lebih dulu lewat golnya di menit ke-82. Sayang jelang laga terakhir Timnas Korea Selatan sukses menyamakan kedudukan, lewat gol Jang Seokhwan pada menit ke-89.

Hasil seri ini membuat timnas U-15 Indonesia finis di peringkat kedua klasemen Boys Elite Football Tournament 2019 dengan koleksi 7 poin.

Perolehan poin itu sama dengan Korea Selatan, tetapi timnas U-15 Indonesia kalah selisih gol. Timnas U-15 Indonesia memiliki surplus 3 gol, sementara Korea Selatan 6 gol.


4. BAWA TIMNAS U-15 JUARA PIALA AFF U-15

Athallah Araihan bergabung dengan Timnas Indonesia U-15 di ajang Piala AFF U-15 2019 di Thailand, 27-9 Juli 2019.

Pelatih Timnas Indonesia U-15 Bima Sakti Tukiman membawa 25 pemain. Athallah Araihan saat itu bergabung dengan bendera SKO Ragunan.

Pemain Persis Youth saat ini, tak hanya  Athallah Araihan yang masuk tim ini. Ada tiga pemain lainnya, yang saat itu gabung dengan dengan klub lamanya. Mulai dari Marcell Januar Putra (Bali United), Muhammad Valeron (Persib Bandung), dan Wahyu Agung Drajat Mulyono (Persebaya Surabaya).

Di ajang ini Timnas Indonesia U-15 tergabung di Grup A. Memulai langkah dengan menang 2-0 melawan Vietnam (27/7/2019). Valeron ikut menyumbangkan satu gol di laga ini.

Di game kedua, Indonesia menang -0 melawan Singapura (29/7/2019). Wahyu Agong ikut menyumbangkan satu gol. Sayang saat melawan Timor Leste (31/7/2019) berakhir 1-1.

Kemenangan telah Indonesia diraih saat melawan Filipina 4-0 (2/8/2019). Wahyu Agong dan penalti Marcell Januar ikut cetak gol.

Babak penyisihan ditutup dengan pesta gol di gawang Myanmar dengan kemenangan 5-0. Valeron cetak gol kelima Indonesia di laga ini di menit ke-80'.

Indonesia finis sebagai juara grup dengan tabungan 13 poin hasil empat kemenangan dan sekali seri. Vietnam di tempat kedua dengan 12 poin. Keduanya sama-sama lolos ke babak selanjutnya.

Sayang mimpi Indonesia juara tertutup, usai kalah di babak semifinal dari Thailand 0-2 (7/8/2019).

Dalam perebutan juara ketiga, Indonesia kembali bertemu dengan Vietnam U-15 di Stadion Chonburi Thailand, 9 Agustus 2019. Marcell Januar, Valeron, dan Athallah Araihan jadi starter.

Babak pertama kedua tim masih imbang 1-1. Babak kedua lini depan Indonesia mengalami perubahan, Athallah diduetkan dengan Wahyu Agong Drajat Mulyono. Sayang laga sarat gengsi ini tetap tanpa ada pemenang dengan skor kacamata di waktu normal.  

Pertandingan pun dilanjutkan menuju fase adu tendangan penalti. Melalui adu penalti, I Made Putra Kaicen berhasil tiga kali melakukan blok terhadap tendangan pemain lawan. Indonesia akhirnya memenangkan fase ini dengan skor akhir 3-2.

Dari lima eksekutor, tiga penendang Indonesia yang berhasil memasukkan bola adalah Resa Aditya Nugraha, Wahyu Agong Drajat Mulyono, dan Ahmad Athallah Araihan jadi penentu kemenangan Indonesia di adu penalti.

Sementara tembakan Alfin Farhan Lestaluhu ditepis kiper Vietnam dan eksekusi Marcell Januar Putra melebar ke sisi kanan. Di ajang ini Malaysia jadi juara usai mengalahkan Thailand 2-1


5. BAWA LOLOS KE PIALA ASIA U-16 2020

Ahmad Athallah Araihan sempat mengikuti seleksi dan lolos masuk skuad Timnas Indonesia U-16. Dia akhirnya terjun di kualifikasi Piala Asia U-16 2020.

Timnas U-16 Indonesia memastikan lolos ke Piala Asia U-16 2020 di Bahrain. Kepastian lolos didapat setelah anak asuh Bima Sakti bermain imbang 0-0 dengan China pada laga terakhir kualifikasi Grup G.

Pertandingan antara Timnas Indonesia U-16 kontra China berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta (22/9/2019).  China memastikan jadi juara Grup G dengan perolehan 10 poin atas hasil seri ini.

Sejatinya poin Indonesia juga sama, namun harus puas menempati posisi kedua Grup G. Sayang di klasemen, Indonesia kalah selisih gol.

Di laga sebelumnya, meraih hasil positif. Indonesia menang  Filipina (4-0), Kepulauan Mariana Utara (15-1), dan  Brunei Darussalam (8-0).

Adapun China menang 7-0 atas Brunei, 6-0 atas Filipina, dan 15-0 atas Kepulauan Mariana Utara. Indonesia lolos ke Bahrain dengan status runner terbaik. Athallah Araihan sukses mencetak enam gol di ajang ini.

Sayang karena adanya pandemi Covid-19, Piala Asia U-16 2020 batal digelar.

6. TERJUN DI IYC 2022

Athallah Araihan tercatat sempat gabung dengan tim Indonesia All Star U-20 yang terjun di kompetisi International Youth Championship (IYC) 2022. Pesertanya ada cari klub luar negeri, yakni dari Real Madrid U-18, Barcelona U-18, Atletico Madrid U-18. Sayang Indonesia All Star U-20 gagal juara.


7. SEMPAT DILIRIK KLUB BELGIA

Athallah Araihan sempat mencuat namanya saat bergabung dengan timnas U-16 Indonesia, beberapa tahun lalu.

Potensinya ternyata sempat membuat geger publik Indonesia, saat mendapati kabar kalau dia dilirik klub besar Liga Belgia, Anderlecht. Saat dilirik Anderlecht, Athallah Araihan masih berusia 15 tahun.

Sayang, Federasi Sepak Bola Belgia melarang Anderlecht merekrut pemain berusia di bawah 18 tahun. Terlebih Athallah Araihan merupakan pemain non-Eropa yang membuatnya sulit bermain di Belgia sebelum berusia 18 tahun.

Namun tak ada kesempatan kedua buatnya, hingga usianya 18 tahun, klub asal Belgia tersebut tidak jadi merekrut Athallah Araihan.  (nik)

Photo
Photo
Editor : Niko auglandy
#elite pro academy #pssi #persis solo #Athallah Araihan #EPA #liga 1 #stadion manahan #sko ragunan #Persita Tangerang #timnas