Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Kiper Persis Solo M Riyandi dan Wahyudi Hamisi dari PSS Sleman Kena Sanksi Komdis PSSI, Persiraja Banda Aceh Kena Denda Paling Sadis

Niko auglandy • Rabu, 13 Maret 2024 | 19:30 WIB

 

GACOR: Ekspresi Kiper utama Persis Solo M. Riyandi. Dia jadi bagian dari timnas Indonesia di ajang Piala AFF 2022. (PERSIS SOLO OFFICIAL)
GACOR: Ekspresi Kiper utama Persis Solo M. Riyandi. Dia jadi bagian dari timnas Indonesia di ajang Piala AFF 2022. (PERSIS SOLO OFFICIAL)

RADARSOLO.COM – PSSI menggelar sidang Komite Disiplin (Komdis) PSSI pada 6 Maret 2024. Kiper Persis Solo Muhamad Riyandi dinyatakan mendapat hukuman larangan bermain sebanyak dua pertandingan.

Ini berlaku sejak keputusan diterbitkan dan berlaku pada pertandingan terdekat. Dia juga kena denda Rp 10 juta.

Dia dianggap melakukan pelanggaran serius, menggunakan tubuhnya secara berlebihan terhadap pemain lawan serta mendapatkan kartu merah langsung.

Ya, saat laga melawan PSM Makassar di Stadion Manahan, 4 Maret 2024 lalu, dia dikartu merah wasit pada menit ke-22 karena menjegal striker lawan di luar kotak penalti.

M Riyandi dipastikan harus absen saat Persis melawan Barito Putera (9/3), dan PSIS Semarang (14/3).

Di lain sisi, tak hanya M Riyandi yang mendapatkan sanksi dari Komdis PSSI.
Pemain PSS Sleman Wahyudi Setiawan Hamisi juga kena sanksi. Bedanya ini sedikit lebih berat.

Dia mendapat hukuman larangan bermain sebanyak tiga pertandingan sejak keputusan diterbitkan. Hamisi juga didenda Rp 25 juta.

Sikap negatif ini dia lakukan saat membela PSS Sleman melawan Persebaya Surabaya, 3 Maret lalu.

Pada hasil sidang komite disiplin PSSI, 5 Maret lalu, tim PSS Sleman juga disanksi dengan denda Rp 50 juta karena enam pemain ya mendapat kartu kuning di satu game yang sama.

Ini terjadi saat PSS Sleman bertandang ke kandang Persebaya Surabaya, 3 Maret 2024.

Tim Persebaya Surabaya juga kena sanksi yang sama saat melawa PSS. Bedanya denda Rp 50 juta karena lima pemainnya mendapatkan kartu kuning.

Di lain sisi banjir denda paling parah malah dirasakan kubu Persiraja Banda Aceh. Ini terjadi usai menjalani partai perebutan juara ketiga leg pertama melawan Malut United, 5 Maret lalu.

Dari hasil sidang Komite Disiplin PSSI, 6 Maret lalu, tim Persiraja Aceh didenda Rp 25 juta.

Tim ini kena denda karena dalam pertandingan tersebut ada lima orang pemainnya yang mendapatkan kartu kuning.

Baca Juga: Kiper Persis Solo M. Riyandi Bisa Comeback

Ternyata dalam sidang Komite Disiplin PSSI sehari kemudian (7/3), klub Persiraja Aceh kena denda tambahan sebesar Rp 25 juta

Persiraja Banda Aceh karena dianggap melanggar regulasi. Di mana dalam laga itu terdapat penonton memasuki area lapangan pertandingan.

Panpel Persiraja Banda Aceh dianggap tak bisa menjaga keamanan dalam kelancaran pertandingan ini.

Tak sampai disitu, klub Persiraja Banda Aceh juga kena denda tambahan Rp 10 juta. Termasuk sanksi larangan menyelenggarakan pertandingan dengan penonton sebanyak satu pertandingan saat menjadi tuan rumah.

Ini didapat karena dianggap gagal memberikan kemanan dan kenyamanan terhadap perangkat pertandingan.

Ulah suporter juga membuat klub Persita Tangerang kena sanksi. Laskar Pendekar Cisadane -julukan Persita Tangerang- kena hukuman sanksi penutupan sebagian stadion (tribun timur bagian utara) sebanyak satu pertandingan saat menjadi tuan rumah. Plus denda Rp 100 juta.

Saat laga kandang Persita Tangerang melawan Borneo FC Samarinda 2 Maret 2024 lalu, terjadi pelemparan kemasan minuman, penyalaan flare sebanyak delapam buah, serta terdapat beberapa penonton memasuki area lapangan pertandingan.

Ini dilakukan suporter Persita Tangerang. Hingga membuat laga sempat terganggu. (nik)

Editor : Niko auglandy
#komdis #pssi #Persebaya Surabaya #persis solo #persiraja banda aceh #pss sleman #Persita Tangerang #borneo fc #M riyandi