RADAR SOLO – Arapenta Poerba datang ke Persis Solo bersama Irfan Jauhari, 2021 silam. Keduanya dibawa asisten pelatih Bali United saat itu untuk bergabung ke Persis Solo.
Kebetulan di Liga 2 2019, Eko Purdjianto ditunjuk jadi pelatih kepalanya. Dan dia ingin pemain muda potensialnya tersebut berkembang bersama Persis Solo.
Arapenta Poerba resmi bergabung dengan Laskar Sambernyawa per 24 April 2021. Namun bedanya dalam perkembangannya kontrak Arapenta dengan Persis Solo akan berakhir 31 Mei 2024 ini.
Sementara Irfan Jauhari ternyata masih cukup panjang, yakni sampai 2026 mendatang. Cukup wajar dengan perbedaan ini, mengingat Irfan Jauhari jadi salah satu pemain yang sering dipanggil di timnas senior sebagai wakil Persis Solo.
Hal inilah yang jadi nilai plus, kenapa Irfan Jauhari dapat perpanjangan kontrak.
Di Persis Solo musim ini, hingga pekan ke-29 Arapenta Poerba bermain 25 laga. Yakni dengan durasi bermain sekira 825 menit.
Catatan pribadinya adalah satu gol, satu assist, dan empat kartu kuning. Besar kemungkinan jam bermainnya akan bertambah, seiring Liga 1 musim ini masih menyisakan lima laga lagi.
Di lain sisi, soal jam bermainnya musim ini, ternyata lebih baik ketimbang musim lalu. Mengingat musim lalu di Liga 1 2022/2023, Arapenta Poerba hanya bermain 15 kali, dengan durasi game 343 menit.Terbilang minim tentunya.
Dalam dua musim terakhir, Arapenta Poerba tentu harus bersaing ketat dengan gelandang serang Persis Solo yang cukup lincah. Terlebih bersaing dengan pemain asing Persis Solo yang keberadaannya tentu diutamakan untuk jadi starter.
Sementara pemain lokal lainnya seperti Zanadin Fariz, Sutanto Tan, hingga Alfath Faathir punya peluang sama besarnya untuk dimainkan sebagai gelandang serang.
Bicara soal minim bermain, sejatinya baru dia rasakan di dua musim ini. Tepatnya setelah Persis Solo promosi ke kasta tertinggi Liga 1.
Di musim perdananya bersama Persis Solo, tepatnya di Liga 2 2021, Arapenta Poerba bisa dibilang banyak mendatang jam bermain. Dia hanya absen lima kali.
Selebihnya dia bermain sebagai 10 kali. Tepatnya lima kali di babak penyisihan, dan lima kali selalu dimainkan di babak 8 besar hingga di partai final.
Bicara kualitas, tentu Arapenta Poerba patut dipertahankan. Pemain 25 tahun tersebut punya potensi jadi pembeda saat diturunkan oleh Persis Solo.
Tapi sekali lagi soal masa depannya masih jadi sebuah misteri, karena manajemen belum memberikan pernyataan resmi apakah Arapenta Poerba akan dilepas atau dipertahankan. (nik)
Editor : Niko auglandy