RADARSOLO.COM – Akhir Maret ini Persis Solo genap berusia 101 tahun (sesuai mazhab dari yang tercatat di koran Darmo kondo terbitan 31 Maret 1923).
Bulan Maret ini juga, Persis Solo meraih catatan yang luar biasa. Dimana dari empat laga lanjutan Liga 1 musim ini, Laskar Sambernyawa sukses mencatatkan 100 persen kemenangan.
Catatan ini dimulai saat Persis Solo menang atas mantan juara Liga 1 musim lalu, 4 maret lalu di Stadion Manahan, yakni PSM Makassar dengan skor 1-0. Lewat gol tunggal Moussa Sidibe.
Berlanjut menang atas tim dari luar Jawa lainnya, yakni Barito Putera. Tim ini dikalahkan 2-1 di Stadion Manahan, 9 Maret lalu. Gol dicetak oleh penalti Alexis Messidoro dan gol cantik Althaf Indie.
Yang tak kalah penting terjadi di bulan ini adalah Persis Solo menang 2-0 dalam derby Jateng melawan PSIS Semarang di Stadion Batakan, 17 Maret lalu. Di laga ini Moussa Sidibe cetak brace.
Di laga terakhir, Persis Solo menang 2-0 atas RANS Nusantara FC di Stadion Manahan, Sabtu malam, 30 Maret lalu.
Sementara itu, sepertinya habis kata memuji performa Persis Solo di bawah racikan Milomir Seslija. Rekor demi rekor baru berhasil dicatatkan tim berjuluk Laskar Sambernyawa ini. Dalam tujuh laga di awal tahun ini setelah tim diracik oleh coach Milo, Persis meraih lima kemenangan, sekali seri, dan hanya sekali kalah.
Apa yang terjadi saat melawan RANS Nusantara FC memperlihatkan mental juang anak-anak Solo tengah membara, dan tengah sulit dikalahkan oleh lawan-lawannya.
Gol David “Roni” Gonzales pada menit ke-24 dan Moussa Sidibe menit ke-40 di kandang RANS Nusantara FC disambut suka cita masyarakat Solo.
“Banyak hal yang membuat kami harus beradaptasi. Terima kasih kepada para pemain yang sudah memberikan kemenangan untuk suporter. Terima kasih sudah mencetak dua gol cantik. Ini hasil dari latihan,” terang Milo (sapaan Milomir Seslija) usai laga.
Rekor berikutnya adalah catatan clean sheet alias tak pernah kebobolan dalam dua laga berturut-turut. Sebelumnya saat masih dibesut Leonardo Medina, Persis hanya menorehkan dua kali clean sheet dalam 22 match. Dan belum sekalipun dicatatkan secara beruntun.
“Setiap saat kami harus improving. Mengingat setiap game lawan kami berbeda. Meski kami sudah catatkan banyak peluang dan clean sheet di beberapa laga, tapi yang lebih penting adalah melihat gaya bermain kami,” imbuh Milo.
Setelah kursi kepelatihan pindah ke tangan Milo, handicap yang ada di tubuh Persis seakan sirna. Dari sebelumnya hanya berkutat di papan bawah, kini Persis bisa bertengger di papan atas.
Grafik performa Alexis Messidoro dkk pun meroket tajam. Hanya dalam delapan match saja, Milo berhasil mengangkat Persis ke peringkat kedelapan klasemen sementara Liga 1. Catatannya pun cukup impresif, yakni enam kemenangan, sekali imbang, dan sekali menelan kekalahan.
Capaian ini dibarengi dengan produktivitas kompartemen lini depan Persis. Total 16 gol dicetak hanya dalam delapan match. Moncernya barisan penyerangan tak lepas dari kesuksesan Milo memoles skill Moussa Sidibe.
Sidibe yang dulunya hanya biasa-biasa saja saat masih dipegang Leonardo Medina, kini menjelma jadi predator mengerikan di depan gawang lawan. Total delapan gol dicetak Sidibe bersama Milo. Plus catatan sekali hat-trick saat menang 3-2 atas Madura United di Manahan, 30 Januari lalu.
Masih belum cukup, Milo juga berperan atas kukuhnya benteng pertahanan Persis yang dikomandani Jaimerson Xavier. Dari delapan match bersama Milo, Laskar Sambernyawa hanya kebobolan delapan gol. (nis/nik)
Editor : Niko auglandy