RADARSOLO.COM - Jauh sebelum era itu, tak ada data tertulis kapan suporter muncul, termasuk entah sejak kapan suporter muncul dan tumbuh di Kota Solo
Bicara fanatisme, masyarakat di Indonesia, hingga Solo secara khusus memang perlu di acungi jempol. Bagaimana tidak, hampir di setiap pertandingan penonton pertandingan sepak bola pasti membludak.
Bahkan saat laga di luar Solo, orang-orang asal Solo tercatat di koran lawas sempat ikut hadir menonton pertandingan tersebut. Entah yang digelar di Kota Jogja atau hingga ke Kota Semarang.
Ini membuktikan bahwa fanatisme masyarakat Solo dengan sepak bola, sejatinya sudah mendarah daging.
Namun bisa jadi saat itu tak terkoordinir secara resminya, mengingat belum ada organisasi resmi yang menampung kelompok suporter sepak bola di setiap kota.
Tapi jika kita bicara perkembangan komunitas suporter sepak bola di Indonesia, ternyata baru muncul di akhir 1980 an. Di kota Solo, mungkin baru tumbuh di tahun 1990an.
Dalam perjalanannya, klub asal Solo memiliki basis suporternya masing-masing. Ini catatan sejarahnya, dimana ada sedikitnya :
1-SOLONISTI
Komunitas ini sempat muncul di tahun 1994. beberapa pemain Persis Solo saat itu mengutarakan mereka didukung komunitas suporter ini saat terjun di ajang Divisi II 1994.
Solonisti hadir mendukung Persis Solo saat berlaga di Stadion Sriwedari di kompetisi ini. Mereka bahkan menggunakan kostum yang seragam kala itu. Sayang eksistensinya, dikabarkan tak terlalu lama.
2-KPAS
Arseto Solo memiliki kelompok suporter bernama KPAS (Komunitas Pecinta Arseto Solo). Meskipun anggotanya tidak begitu besar, animo untuk datang cukup banyak.
Komunitas ini muncul mendukung khusus klub Arseto Solo di akhir 1990 an. Yang mana saat itu Arseto terjun di kasta tertinggi.
mereka tak mendukung Persis Solo yang saat itu terjun di kasta kedua, Divisi Utama. Seiring Arseto bubar pada 1998, komunitas ini juga tak eksis lagi
3-AASN
Alap-Alap Sambernyawa atau yang akrab disebut AASN di koran-koran lawas, ternyata adalah komunitas suporter yang khusus pendukung Persis Solo.
AASN sempat eksis di tahun 2003-2004. Komunitas ini jadi pesaing Pasoepati yang saat itu awalnya mendukung Persijatim Solo FC. Saat itu Persis Solo terjun di kasta ketiga (Divisi II), sementara Persijatim Solo FC main di kasta tertinggi (Divisi Utama).
Masalah kasta, tentu yang membuat pamor dukungan masyarakat Kota Solo saat itu lebih banyak ke tim Persijatim. Namun seiring Persijatim hengkang dari kota Solo pada tahun 2004, Pasoepati akhirnya memutuskan ganti totalitas mendukung Persis Solo.
Sayangnya eksistensi AASN seumur jagung, karena nanya sudah lama tak terdengar lagi.
4-PASOEPATI
Pasoepati resmi berdiri pada tahun 2000. Tim ini berdiri awalnya hanya untuk mendukung klub Pelita Solo. Cukup wajar karena singkatan tim ini saja adalah Pasukan Suporter Pelita Sejati.
Di era 2000-2002, Pelita main di kasta tertinggi di Liga Indonesia, yakni Divisi Utama. Sementara klub lokal Persis Solo main di kasta ketiga, yakni Divisi II.
beda kasta membuat masyarakat Solo lebih banyak mendukung Pelita Solo saat itu. Pasoepati di awal 2000 juga tak mendukung Persis Solo secara organisasi.
Pada 2002, Pelita hengkang dari Solo. Setelah itu Pasoepati ternyata ganti mendukung Persijatim yang datang ke Kota Solo, untuk menjadikan Stadion Manahan sebagai home base barunya. Tim ini berkandang di Solo dua musim (2003-2004).
Setelah Persijatim pindah ke Palembang, baru sejak 2004 Pasoepati mendukung penuh Persis Solo.
Pada 2020 di Solo ada klub bernama SOLO FC, dan Pasoepati ikut mendukung tim ini juga.
5-SURAKARTANS/B6
Komunitas ini berdiri 2014, dan awalnya bernama B6 yang eksis di tribun timur sisi gate B6.
Seiring perkembangan waktu anggotanya mengikrarkan diri lebih mengembangkna nama Surakartans.
6-ULTRAS 1923
Komunitas ini berdiri 2009, yang dulu awalnya bernama Pasoepati Ultras, Mereka menetap di tribun selatan Stadion Manahan.
Lambat laun komunitas ini akhirnya memutuskan untuk merdeka dan keluar dari DPP Pasoepati pada 2021, dan memutuskan mengibarkan bendera baru bernama Ultras 1923
7-GARIS KERAS SAMBERNYAWA (GK)
Komunitas ini dulunya bernama Pasoepati Garis Keras (GK) pada 2010. Saat Persis Solo berkompetisi di Liga 2 2021, komunitas ini memutuskan untuk berdiri sendiri dan keluar dari Pasoepati.
Komunitas ini akhirnya mengibarkan bendera Garis Keras Sambernyawa dan aktif bernyanyi di tribun utara sisi timur.
8-FIRST MANGKOENEGORO 1923
Komunitas ini berdiri 2014 dengan nama awal Pasoepati B8. Sejak lahir komunitas ini independen dan tak tergabung di DPP atau induk organisasi lainnya. Termasuk Pasoepati, walau kabarnya mereka awalnya menggunakan nama Pasoepati.
Pada 2016 komunitas ini ganti nama jadi Gate B8, lalu pada 2018 dengan mantap ganti nama jadi First Mangkoenegoro 1923 atau FM 1923. Dari awal terbentuk hingga hari ini, komunitas ini berdiri di tribun timur, tepatnya di gate B8. (nik)
Editor : Niko auglandy