Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Pelatih Persis Solo Milomir Seslija Bawa-Bawa Nama Lionel Messi dan Ronaldo Usai Kalahkan Persikabo 1973, Tau Alasannya?

Mannisa Elfira • Selasa, 23 April 2024 | 18:15 WIB
Laga Persis Solo melawan Persikabo 1973 di Stadion Manahan, 22 April 2024.
Laga Persis Solo melawan Persikabo 1973 di Stadion Manahan, 22 April 2024.

RADARSOLO.COM — Persis Solo agak keteteran meladeni Persikabo 1973, yang pasti terdegradasi ke Liga 2 musim depan. Skuad asuhan Milomir Seslija ini hanya menang tipis 2-1 (2-0), dalam lanjutan pekan ke-32 Liga 1 di Stadion Manahan, Senin sore (22/4/2024). Padahal cukup banyak peluang yang bisa dikonversi menjadi gol oleh Alexis Messidoro dkk.

Laskar Sambernyawa —julukan Persis Solo— langsung tancap gas sejak kickoff. Bahkan mampu unggul dalam rentang dua menit. Masing-masing dari kaki David “Roni” Gonzalez menit ke-18 dan Zanadin Fariz (20).

Sedangkan satu-satunya gol balasan Persikabo dikreasi Pedro Augusto menit ke-47.

Terlepas gol balasan dari Laskar Padjajaran (julukan Persikabo 1937), selebihnya kendali permainan mutlak ada di tangan Persis. Trio maut Zanadin Fariz, Alexis Messidoro, hingga Roni terus membombardir pertahanan tim tamu.

Bahkan saat bomber belia Arkhan Kaka, Arapenta Poerba, hingga Irfan Jauhari masuk sebagai pemain pengganti, Persis tetap dominan. Peluang demi peluang berpotensi menambah keunggulan bond kebanggan wong Solo. Sialnya, tak satu pun bersarang ke gawang lawan.

Sampai-sampai, Milo (sapaan akrab Milomir Seslija) menyindir pasukannya saat pers conference usai laga. Dia menyebut anak didiknya kurang mengukur kemampuannya.

“Inilah sepak bola. Finishing kami belum bagus. Mungkin ini alasan yang sama, mengapa kami tidak bisa menang lawan Persija Jakarta (di pekan ke-31). Kadang pemain ingin jadi Lionel Messi atau Christiano Ronaldo. Tapi mereka lupa untuk fokus,” lontar Milo.

Ya, Milo pantas menyesalkan timnya gagal meraih kemenangan telak. Pelatih berpaspor Bosnia ini mencatat, ada 5-6 peluang bersih yang harusnya berbuah gol.

“Seperti yang saya bilang, tidak ada pertandingan mudah. Kami sempat dominan dan mencetak dua gol. Tapi seharusnya kami bisa mencetak lebih,” imbuh Milo.

Tambahan poin absolut ini tetap menjaga asa Persis Solo untuk lolos babak championship series. Namun, Laskar Sambernyawa butuh keajaiban. Dengan sisa dua laga, Persis tertinggal 6 poin dari penghuni peringkat ke-4 Madura United (53-47).

Artinya, jika ingin lolos Persis harus bisa sapu bersih dua laga terakhir. Itu pun dengan kemenangan telak lebih dari 10 gol. Sembari berharap empat tim di atasnya terpeleset. Mulai dari Madura United, PSIS Semarang, Dewa United, dan Persik Kediri.

Beralih ke kubu Persikabo, pelatih Djadjang Nurdjaman dengan jantan mengakui kekalahan timnya. Dia menyebut timnya bak mesin diesel alias terlambat panas. Sehingga membiarkan pemain Persis leluasa mengacak-acak pertahanan timnya.

“Saya tidak bisa memperbaiki kebiasaan Persikabo yang selalu kebobolan beruntun. Tapi setelah dua gol itu, kami coba ubah skema. Akhirnya bisa membalas satu gol,” beber Djadjang.

Sementara itu, Persikabo bersama Bhayangkara FC dipastikan terdegradasi ke Liga 2 musim depan. Tinggal satu satu slot degradasi yang tersisa, dan berpotensi diderita empat tim papan bawah. Mulai dari Persita Tangerang, Arema FC, PSS Sleman, hingga RANS Nusantara FC. (nis/nik)

Editor : Niko auglandy
#persis solo #lionel messi #liga 1 #Messidoro #Zanadin Fariz #Ronaldo #Roni #Persikabo 1973