RADARSOLO.COM- Donny Tri Pamungkas, putra asli Kabupaten Boyolali dipercaya memperkuat squad Timnas U23.
Kerja kerasnya melatih fisik dan skill di bawah asuhan Joko Sasongko, sang kakak, mengantarkan Donny berkesempatan bergabung dengan Timnas saat melawan Qatar.
Radarsolo.com menyambangi rumah Donny di Dusun Tegalrejo Rt 008 RW 002, Desa Gumukrejo, Kecamatan Teras, Boyolali, Senin (29/4/2024).
Rumah bercat hijau tersebut ditempel nama Joko Sasongko. Alumnus Timnas periode 2010 -2012.
Rumah yang tampak asri tersebut tampak lengang. Ternyata Saparti, 53, ibunda Donny diboyong Joko Sasongko ke Jakarta pascalebaran lalu.
Sedangkan Slameto, sang ayah, telah berpulang sekitar tiga tahun lalu.
Semangat Donny menjadi atlet sepak bola sudah terlihat sejak SD. Dia digembleng langsung Joko Sasongko di Lapangan Desa Gumukrejo, di barat Balai Desa Gumukrejo.
Tidak hanya itu, Donny juga dimasukkan sekolah sepak bola (SSB) Pandanaran.
Tiap pagi dan sore, Donny melatih fisik dengan lari maupun berenang di Umbul Pengging.
Latihan itu semakin intens saat dia Donny duduk di bangku SMPN 3 Teras Boyolali.
Donny makin kerap ikut turnamen tarkam dan sebagainya.
"Memang dulu sering latihan di Lapangan Desa Gumukrejo. Dari kecil sudah kelihatan suka sepak bola. Tiap pagi dan sore, latihan di lapangan. Larilari sambil narik ban," ujar Widiantoro, 29, teman kecil sekaligus tetangga Donny.
Lulus SMP, Donny bergabung dengan Persija U 16. Dia lantas melanjutkan SMA di DKI Jakarta.
Tamat SMA, Donny meneruskan pendidikan ke Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Surakarta.
Dari konsistensinya mempertajam skill, Donny lolos seleksi Timnas U19 dan U23. Dengan prestasinya itu, Donny tetap rendah hati.
"Tiap Lebaran pulang kampung untuk nyekar di makam bapaknya. Selalu srawung (bergaul) sama teman-teman masa kecilnya. Orangnya biasa saja. Jadi ya nongkrong bareng teman-teman di HIK (angkringan). Ya gojekan (bercanda,Red) biasa," imbuh Widiantoro.
Dilahirkan dari keluarga sederhana, kegigihan Donny mewujudkan cita-citanya nggak kaleng-kaleng. Upaya Donny tersebut didukung penuh kedua orang tuanya.
Itu diungkapkan Kades Gumukrejo Suyoto. Sebagai ayah, Slameto selalu mendorong putra-putranya untuk berprestasi.
Keterbatasan ekonomi tak menghalangi Donny dan Joko Sasongko menjadi atlet hebat.
"Ayah dan ibunya berjualan es kelapa depan rumah. Tapi memang prihatinnya almarhum bapaknya mas Donny itu luar biasa. Ya kalau Jawanya, tirakatnya kuat," terang Suyoto.
Meskipun telah menjadi atlet Timnas, Donny tetap membumi. Pulang ya grapyak (akrab), membaur dengan warga. (rgl/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono