RADARSOLO.COM — Performa Timnas Sepakbola Wanita U-17 dalam ajang Piala Asia Wanita U-17 2024 menjadi sorotan banyak pihak. Indonesia gagal total, dan kalah di Grup A Piala Asia Wanita U-17 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali.
Timnas Wanita Indonesia U-17 harus mengakui keunggulan Timnas Filipina U-17 1-6 (6/5), Korea Selatan 0-12 (9/5), dan Korea Utara dengan skor telak 0-9, 12 Mei lalu.
Pelatih klub pembinaan sepak bola wanita di Kota Solo Dede Irawan mengaku, tak melihat hasil dari turnamen tersebut. Pembina Putri Surakarta itu mengapresiasi sekali perjuangan-perjuangan Garuda Pertiwi, terlebih ke tim pelatih yang sudah berjuang keras.
"Dengan waktu singkat mau mempersiapkan dengan maksimal. Saya tidak melihat dari hasil tapi perjuangan adek-adek," bebernya kepada Jawa Pos Radar Solo.
Kendati demikian, Dede tak menepis bahwa kekurangan Timnas Indonesia Wanita berada di bagian sepak bola dasar. Dia menyebutkan yang perlu diperbaiki seperti akurasi passing, shooting, dan fisik.
"Ditambah mental bermain, itukan perlu jam terbang. Bisa jadi hal ini menjadi pondasi awal untuk ke depan perkembangan Timnas Indonesianya. Jadi akan diketahui catatan-catatan seperti apa," ungkapnya.
Dede berharap turnamen ini menjadi titik awal bangkitnya sepak bola wanita di Indonesia. Pastinya didukung oleh semua stakeholder, semua pemerhati, juga semua rekan-rekan yang berjuang melatih tanpa pamrih untuk perkembangan sepak bola wanita.
"Harapan saya sepak bola wanita di Indonesia semakin berkembang dengan adanya pembinaan dan perhatian dari PSSI, ASBWI, kemudian juga dari stakeholder di masing-masing daerah," sebutnya.
Selain itu, kompetisi pasti diperlukan. Menilik ke belakang, atlet-atlet sepak bola wanita jarang mempunyai wadah. Bahkan ada yang membubarkan diri sebab tak adanya kompetisi yang bisa menaungi potensi mereka.
"(Harapannya) kompetisi bisa bergulir. Mulai dari kompetisi usia berjenjang sampai liga khususnya. Semoga PSSI, ASBWI bisa juga lebih memperhatikan klub-klub pembinaan," imbuhnya.
Sementara itu di skuad Timnas U-17 putri terselip nama Fairus khalisa. Dia adalah kiper binaan tim Samba Persada Women yang biasa berlatih di Sukoharjo. Sayang di Piala Asia U-17 dia hanya jadi pemain cadangan. (nis/nik)
Editor : Niko auglandy