Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Tak Ada Nama Marselino Ferdinan dalam Skuad Timnas Indonesia U-20 di Toulon Cup, Indra Sjafri Pilih 7 Pemain Keturunan

Damianus Bram • Kamis, 16 Mei 2024 | 21:58 WIB

 

Indra Sjafri tegaskan beri kesempatan pemain-pemain potensial lainnya dengan tidak mengizinkan Marselino Ferdinan bergabung dengan Timnas Indonesia U-20.
Indra Sjafri tegaskan beri kesempatan pemain-pemain potensial lainnya dengan tidak mengizinkan Marselino Ferdinan bergabung dengan Timnas Indonesia U-20.

RADARSOLO.COM — Cukup mengejutkan, pelatih Timnas Indonesia U-20 Indra Sjafri tidak memanggil Marselino Ferdinan dalam skuad yang akan berlaga di Toulon Cup 2024.

Sebagai gantinya, Indra Sjafri memasukkan tujuh pemain dari Belanda yang merupakan keturunan Indonesia ke dalam tim.

Keputusan ini tentu menimbulkan berbagai spekulasi dan reaksi dari publik sepak bola Tanah Air.

Toulon Cup 2024, atau Tournoi Maurice Revello 2024, akan digelar pada 3-16 Juni di Prancis. Turnamen ini merupakan ajang bergengsi yang diikuti oleh banyak tim nasional muda dari berbagai negara.

Timnas Indonesia U-20 mendapat kesempatan untuk tampil menggantikan Timnas Mesir U-20 yang berhalangan hadir.

Indra Sjafri memanfaatkan turnamen ini untuk menyeleksi pemain yang akan menjadi bagian dari timnas di masa depan.

Dalam daftar pemain yang dipanggil, terdapat tujuh nama pemain keturunan Belanda yang akan memperkuat Timnas Indonesia U-20 di Toulon Cup 2024.

Dilansir dari JawaPos.com, berikut adalah ulasan mengenai ketujuh pemain tersebut:

Mauresmo Hinoke

Pemain berusia 19 tahun ini saat ini bermain untuk FC Dordrecht U-21. Hinoke berposisi sebagai penyerang sayap kiri dan telah masuk dalam pantauan langsung Indra Sjafri di Belanda.

Kecepatannya dan kemampuan dalam menggiring bola diharapkan dapat memberikan kontribusi besar bagi timnas.

Sacha Deighton

Deighton, yang berusia 18 tahun, merumput bersama De Treffers U-21 di Belanda.

Dia berposisi sebagai bek kanan dan dikenal dengan kecepatan serta ketangguhannya dalam bertahan. Deighton diharapkan bisa memperkuat lini pertahanan timnas U-20.

Dion Markx

Pemain muda berusia 18 tahun ini tengah merintis karier bersama NEC Nijmegen U-18. Dengan postur jangkung 187 cm, Markx berposisi sebagai bek tengah.

Ketinggiannya memberi keuntungan dalam duel udara, sesuatu yang sangat penting di lini pertahanan.

D’Leanu Arts

Arts, berusia 20 tahun, terdaftar sebagai pemain NEC Nijmegen U-21. Dia berposisi sama dengan Deighton, yakni sebagai bek kanan.

Namun, fleksibilitasnya dalam bermain di beberapa posisi di lini pertahanan memberikan opsi tambahan bagi Indra Sjafri.

Kaya Symons

Symons, yang berusia 19 tahun, bermain untuk Vitesse Arnhem U-21. Dia sudah lama digadang-gadang akan memperkuat Timnas Indonesia.

Symons berposisi sebagai bek kiri dan dikenal dengan kemampuan bertahannya yang solid serta kontribusi dalam serangan.

Xavi Woudstra

Woudstra, juga berusia 19 tahun, bermain untuk SC Heerenveen U-21. Dia berposisi sebagai gelandang tengah dan sudah lama disebut-sebut akan memperkuat Timnas Indonesia.

Kemampuannya dalam mengatur permainan dan visi yang baik di lapangan menjadi aset berharga bagi timnas.

Pemain berusia 18 tahun ini merupakan pilihan langsung dari Shin Tae-yong. Raven bermain untuk FC Dordrecht U-21 sebagai penyerang tengah.

Dengan postur 189 cm, dia diharapkan bisa menjadi opsi kuat di lini serang. Raven dikenal dengan kemampuannya dalam duel udara dan ketajaman di depan gawang.

Keputusan Indra Sjafri untuk tidak memanggil Marselino Ferdinan, meski pemain KMSK Deinze ini masih berusia 19 tahun dan layak tampil di Toulon Cup, menimbulkan banyak pertanyaan.

Marselino adalah salah satu pemain muda berbakat yang telah menunjukkan performa impresif bersama klub dan timnas di berbagai kesempatan.

Namun, Indra Sjafri menjelaskan bahwa fokusnya saat ini adalah memberikan kesempatan kepada pemain-pemain muda lainnya yang lahir pada 2001, 2002, 2003, dan 2005.

Indra ingin memanfaatkan Toulon Cup sebagai ajang seleksi dan uji coba untuk membentuk tim terbaik yang akan dipersiapkan untuk turnamen besar lainnya seperti Piala AFF U-19 dan Kualifikasi Piala Asia U-20 2025.

Selain itu, Indra Sjafri juga menekankan bahwa turnamen ini akan digunakan untuk menyeleksi tujuh pemain keturunan yang telah disebutkan di atas.

Dengan demikian, pelatih asal Sumatera Barat itu berharap dapat menemukan kombinasi pemain yang solid dan siap berkompetisi di level internasional.

Indra Sjafri juga mengungkapkan bahwa keputusan ini didukung oleh PSSI, yang sepakat untuk memanfaatkan ajang ini sebagai uji coba bagi timnas U-20.

Keputusan ini tentu menimbulkan reaksi dari berbagai kalangan. Banyak yang mempertanyakan mengapa pemain berbakat seperti Marselino tidak diberi kesempatan.

Namun, Indra Sjafri tetap teguh pada keputusannya, yakin bahwa langkah ini adalah yang terbaik untuk perkembangan jangka panjang Timnas Indonesia U-20.

Dengan adanya tujuh pemain keturunan asal Belanda ini, diharapkan Timnas Indonesia U-20 dapat tampil kompetitif dan meraih hasil positif di Toulon Cup 2024.

Turnamen ini akan menjadi ajang penting untuk menguji kekuatan dan kesiapan tim sebelum menghadapi kompetisi yang lebih besar di masa mendatang.

Dukungan penuh dari para penggemar sepak bola Indonesia sangat dibutuhkan untuk memberikan semangat dan motivasi bagi para pemain muda ini. (dam)

Editor : Damianus Bram
#Timnas Indonesia U-20 #indra sjafri #Toulon Cup 2024 #Marselino Ferdinan #pemain keturunan