RADARSOLO.COM – Liga 3 2023/2024 Putaran Nasional sudah mengakhiri babak 32 besar. Ada 16 tim yang lolos ke babak berikutnya. Semuanya membidik enam tiket untuk bisa lolos promosi ke Liga 2 2024/2025.
Pertandingan terakhir babak 32 besar Liga 3 grup 5, 6, 7, dan 8 berjalan menegangkan, Kamis sore, 16 Mei 2024.
Delapan venue jadi saksi tentang drama menegangkan yang baru saja terjadi. Tak sedikit tim yang harus legawa karena tersingkir, tapi tak sedikit pula tim yang lega karena bisa lolos ke babak berikutnya.
Di grup 5 drama tersaji saat Universitas Surakarta (Unsa) FC menang 1-0 atas PS HW UMY Jogja di Pati, Kamis sore.
Sayang kemenangan ini tak bisa membantu wakil Kota Solo untuk ke babak berikutnya, karena di luar dugaan di Stadion Wergu Wetan Kudus, tuan rumah Persiku Kudus kalah 0-1 dari Persiba Bantul.
Dengan hasil ini secara kalkulasi, Persiku Kudus dan Persiba Bantul finis di posisi dua besar, dan berhak lolos ke babak 16 besar. Sementara itu HW dan Unsa FC pasrah terhenti langkahnya di babak ini.
Drama juga tersaji di grup 5. Dimana pendiri PSSI, PSM Madiun hampir saja terhenti langkahnya. Tim ini akhirnya bisa menang atas Josal FC Piaman dengan skor 3-2. Menariknya gol penentuan kemenangan PSM Madiun terjadi di menit 90+7 ditambahan waktu.
Masih di grup 5 namun di venue yang berbeda, pemuncak klasemen 757 Kepri FC yang sudah dipastikan lolos ke 16 besar, Selasa lalu (14/5) usai menang dua kali di awal babak 32 besar.
Ternyata di laga terakhirnya di babak ini, kalah dari tuan rumah PSDB Demak 1-3 di Stadion Sultan Fatah. Gol PSDB dicetak oleh Johan Yoga Utama di menit ke-18 dan 62'. Di tambah gol dari kaki Muhammad Khoirul Anam di menit ke-75’.
Sementara itu Adhyaksa Farmel FC dan Persibo Bojonegoro sudah dari grup 7 sudah dipastikan lolos ke babak 16 besar sejak Selasa lalu, setelah menang dua kali dari lawan-lawannya.
Selasa sore kedua tim bertemu untuk memperebutkan posisi juara grup. Menariknya laga ini berkesudahan imbang 1-1.
Persibo Bojonegoro mencetak gol lebih dulu lewat kaki striker asal Solo, yakni Diego Barnowo di menit ke-48’. Sayang peluang untuk menang dijegal oleh gol Adhyaksa Farmel FC yang diciprtakan oleh Afriyansyah di menit ke-85’.
Di grup 7, UHO MZR FC asal Kendari menang telak atas PS Beltim dari Belitung Timur dengan skor 3-0. Sayangnya kedua tim sudah dipastikan gagal lolos ke babak berikutnya, sebelum laga ini digelar. Usai keduanya kompak kalah dua kali dari Persibo dan Adhyaksa Farmel.
Yang cukup menarik adalah di grup 8 di Malang. Laga NZR Sumbersari melawan Persedikab Kediri berakhir imbang 1-1 . Sementara di laga lain, Tri Brata Raflesia FC kalah telak 0-3 dari Persekabpas Pasuruan.
Persekabpas jadi juara grup, mengejutkannya poinnya hanya lima dari tiga kali lama. Sementara itu NZR Sumbersari juga lolos ke 16, dan hanya menabung tiga poin dari tiga hasil seri yang didapatkannya.
Nasib yang sama juga didapat oleh Persedikab yang dapat tiga kali seri, bedanya tim ini tak lolos karena kalah produktivitas gol dari NZR dan kalah poin dari Persekabpas. Dari grup 8, Tri Brata Raflesia juga tak lolos karena hanya dapat dua poin di babak 32 besar ini. (nik)
KLASEMEN AKHIR 32 BESAR
GRUP 1
1.Persikota 3 2-1-0 4-0 7*
2.Tornado FC 3 1-2-0 3-1 5*
3.Persibangga 3 1-0-2 3-5 3
4.Persika1951 3 0-1-2 2-6 1
GRUP 2
1.Persipasi 3 2-1-0 4-1 7*
2.Persikas 3 2-0-1 5-4 6*
3.Kartanegara FC 3 1-1-1 4-2 4
4.PS Siak 3 0-0-3 3-9 0
GRUP 3
1.Dejan FC 3 2-1-0 8-4 7*
2.PSGC 3 1-2-0 6-5 5*
3.Persip 3 1-2-1 7-5 4
4.Persikasi 3 0-0-3 1-8 0
GRUP 4
1.WBFC 3 2-1-0 12-2 7*
2.Persipani 3 2-1-0 8-4 7*
3.Labura Hebat 3 1-0-2 5-9 3
4.PS Palembang 3 0-0-3 5-15 0
GRUP 5
1.Persiku 3 2-0-1 2-1 6
2.Persiba 3 1-2-1 2-1 5
3.Unsa FC 3 1-1-1 2-2 4
4.PS HW UMY 3 0-1-2 0-2 1
GRUP 6
1.757 Kepri Jaya 3 2-0-1 6-5 6
2.PSM Madiun 3 2-0-1 6-6 6
3.PSDB Demak 3 1-1-1 5-4 4
4.Josal FC Piaman 3 0-1-1 4-6 1
GRUP 7
1.Persibo 3 2-1-0 12-2 7
2.Adhyaksa Farmel 3 2-1-0 7-2 7
3.UHO MZF 3 1-0-2 5-1 3
4.PS Beltim 3 0-0-3 1-15 0
GRUP 8
1.Persekabpas 3 1-2-0 5-2 5*
2.NZR Sumbersari 3 0-3-0 4-4 3*
3.Persedikab 3 0-3-0 1-1 3
4.Tri Brata Raflesia 3 0-2-1 2-5 2
Editor : Niko auglandy