SOLO, Radar Solo – Proses negosiasi antara Persis Solo dan pelatih musim lalu Milomir Seslija masih belum temui kejelasan. Salah satu hal yang kabarnya menjadi pertimbangan adalah permintaan kenaikan gaji sang juru taktik.
Beredar kabar, Milomir Seslija meminta kenaikan upah hingga empat kali lipat dari angka sebelumnya. Namun rumor tersebut ditepis oleh Manajer Persis Solo Chairul Basalamah.
Pria yang kerap disapa Abud tersebut membeberkan memang ada kenaikan secara angka, tapi tidak mencapai nominal yang kini simpang-siur di media sosial.
“Mengenai kenaikan gaji yang sampai empat kali itu tidak benar. Itu hanya rumor saja. Memang ada kenaikan gaji dari sebelumnya. Ini sudah pasti. Memang wajar karena coach Milo (sapaan akrab Milomir Seslija) memberikan prestasi,” beber eks manajer Persebaya Surabaya itu.
Namun, lanjut Abud, titik temunya adalah Persis sudah punya rincian anggaran untuk musim depan.
"Seperti apa proyeksinya. Karena setelah negosiasi dengan pelatih nanti ada turunan-turunannya,” sambungnya.
Seperti diketahui sebelumnya, coach Milo didatangkan di tengah-tengah kompetisi. Tepatnya di rekrut awal 2024, hingga Liga 1 2023/2024 berakhir. Awalnya, juru taktik asal Bosnia-Herzegovina tersebut hanya diikat Laskar Sambernyawa selama empat bulan. Kontraknya sudah usai akhir April lalu.
Sebelum Milo datang, bond kebanggaan wong Solo sempat terbenam di posisi ke-15. Hanya selisih empat poin dari Arema FC yang berada di zona degradasi saat itu.
Setelah dia datang, Persis kembali memupuk asa untuk perbaiki klasemen. Dengan kerja keras, performa Persis cukup memuaskan dalam 12 pertandingan terakhir. Total 25 poin dikumpulkannya, hasil dari delapan kemenangan, sekali seri, tiga kekalahan.
Alhasil Persis finis di posisi ke-7, dengan total 50 poin. Melampaui catatan musim lalu yang duduk di peringkat ke-10 dengan total 44 poin. Hasil dari 11 kemenangan, 11 seri, dan 12 kekalahan.
Catatan tersebut yang membuat manajemen bertekad untuk memperpanjang masa bakti Milo. Mengingat di tangan Milo, Persis bangkit dari keterpurukan.
Namun proses negosiasi memang tak semudah membalikkan telapak tangan. Lantaran, jika usai deal dengan Milo, ada kesepakatan lain yang harus dicapai. Hal ini yang mesti sesuai dengan anggaran Persis edisi depan.
“Negosiasinya tidak sesimpel yang orang bayangkan. Beli coach Milo, selesai. Tidak seperti itu. Karena ada banyak biaya-biaya yang harus kita pikirkan untuk musim depan,” jelas Abud.
“Ini termasuk nanti apakah dia membawa asisten pelatih atau tidak. Termasuk bagaimana pemain-pemain asingnya nanti. Turunan-turunan itu masih banyak,” sambung Abud.
Di luar upah bulanan pelatih, manajemen Persis juga mempertimbangkan biaya lain yang harus dipersiapkan. Seperti biaya traveling, biaya tempat tinggal, mobil, bonus-bonus, dan sebagainya.
"Nah, kalau semua ini diakumulasi, jumlahnya cukup besar. Makanya kami butuh win-win solution,” tambahnya.
Buntut hal tersebut, manajemen berusaha mencapai kesepakatan yang terbaik. "Nah, ini yang berbicara langsung bersama Coach Milo dalam tahapan negosiasi kontrak baru adalah pimpinan kami di manajemen,” tutur Abud.
Di lain sisi, kabar yang muncul saat ini, ternyata Arema FC juga berminat merekrut coach Milo musim depan. Sebelumnya coach Milo lama meracik tim ini, bahkan dia sempat memberikan tiga piala buat tim asal Jawa Timur tersebut. (nis/nik)
Editor : Niko auglandy