RADARSOLO.COM — Barcelona secara resmi mengumumkan Hansi Flick sebagai pelatih baru mereka menggantikan Xavi Hernandez.
Menariknya, menjadi pelatih Barcelona, Hansi Flick tampaknya harus merelakan upah turun jauh.
Pelatih asal Jerman ini bersedia menerima upah separuh dari gaji pendahulunya, Xavi Hernandez.
Keputusan ini tentu saja tidak lepas dari krisis finansial yang tengah melanda klub raksasa asal Catalunya tersebut.
Sebagai informasi, Barcelona resmi memecat Xavi Hernandez pada akhir musim 2023/2024.
Keputusan ini diambil setelah Xavi gagal mempersembahkan satu pun trofi untuk klub sepanjang musim tersebut.
Kegagalan ini tampaknya menjadi puncak dari serangkaian hasil buruk yang dialami Blaugrana -sebutan Barcelona- di bawah kepemimpinan Xavi.
Tak ingin berlama-lama tanpa pemimpin di kursi pelatih, Barcelona segera bergerak cepat mencari pengganti Xavi.
Hansi Flick, yang sebelumnya menangani Timnas Jerman, menjadi pilihan utama Barcelona.
Flick dianggap memiliki rekam jejak yang pas untuk membawa Barcelona kembali ke jalur kemenangan.
Barcelona dan Hansi Flick dilaporkan telah bertemu dan mencapai kesepakatan verbal. Berdasarkan laporan dari Bild, Blaugrana menawarkan kontrak berdurasi dua tahun kepada Flick.
Namun, yang menarik perhatian adalah besaran gaji yang ditawarkan kepada Flick. Pelatih asal Jerman ini hanya akan menerima gaji bersih sekitar 3 juta euro atau setara dengan Rp 53 miliar per tahun.
Pendapatan Flick ini bisa bertambah dengan bonus apabila berhasil memenangkan Liga Champions (1 juta euro) dan La Liga (750 ribu euro).
Jumlah ini tentu jauh lebih rendah dibandingkan dengan gaji yang diterima Xavi Hernandez sebelumnya.
Pelatih asal Spanyol tersebut menerima gaji bersih sebesar 6 juta euro atau sekitar Rp 105 miliar per tahun.
Dengan kata lain, upah yang diterima Hansi Flick hanya setengah dari gaji yang diterima oleh Xavi.
Meskipun gaji pokoknya lebih rendah, jumlah bonus yang ditawarkan kepada Flick lebih besar dibandingkan dengan yang diterima Xavi.
Selama masa jabatannya, Xavi hanya menerima bonus sebesar 150 ribu euro jika memenangkan La Liga dan 300 ribu euro untuk gelar Liga Champions.
Dengan demikian, jika Flick berhasil membawa Barcelona meraih gelar-gelar tersebut, total pendapatannya bisa melampaui apa yang diterima oleh Xavi.
Krisis ekonomi yang tengah melanda Barcelona disinyalir menjadi alasan utama mengapa klub ini memberikan gaji yang lebih rendah kepada Hansi Flick.
Keadaan finansial yang sulit ini pula yang kerap dikeluhkan oleh Xavi Hernandez selama masa kepemimpinannya di Barcelona.
Xavi bahkan memberikan pesan khusus kepada suksesornya mengenai tantangan finansial yang harus dihadapi di klub.
"Mereka harus tahu bahwa ini adalah situasi sulit, sebab Barcelona adalah klub yang sulit tapi sekaligus juga karena situasi finansial yang tak menguntungkan, terutama aturan Finansial Fair Play (La Liga)," kata Xavi saat memberi saran pada penerusnya di Barcelona.
Krisis finansial Barcelona bukanlah hal yang baru. Dalam beberapa tahun terakhir, klub ini terus bergelut dengan masalah keuangan, yang membuat mereka sulit untuk mempertahankan pemain bintang dan mendatangkan talenta baru.
Utang yang menumpuk dan aturan Financial Fair Play di La Liga juga semakin memperumit situasi.
Namun dengan kehadiran Hansi Flick sepertinya memberikan harapan baru bagi Barcelona.
Dengan pengalaman dan rekam jejak suksesnya, termasuk memenangkan Liga Champions bersama Bayern Muenchen, Flick diharapkan mampu membawa perubahan positif.
Meski harus menerima gaji yang lebih rendah, Flick tampaknya siap menghadapi tantangan besar ini.
Barcelona sendiri memang membutuhkan sosok pelatih yang tidak hanya memiliki kemampuan taktis, tetapi juga mampu beradaptasi dengan situasi finansial klub yang sulit.
Flick, dengan pengalamannya, diharapkan bisa memaksimalkan potensi pemain yang ada dan membawa kembali kejayaan ke Camp Nou.
Meski demikian, tantangan yang dihadapi Hansi Flick tidaklah mudah.
Selain harus berurusan dengan masalah finansial klub, dia juga harus menghadapi ekspektasi tinggi dari para penggemar Barcelona yang selalu menginginkan tim kesayangannya berprestasi di level tertinggi. (dam)
Editor : Damianus Bram