RADARSOLO.COM - Kekalahan pahit 3-5 atas Australia di semifinal ASEAN U-16 Boys Championship cukup membekas bagi Garuda Muda. Sebagai balasannya, skuad Indonesia bertekad untuk tampil maksimal ketika bersua di Kualifikasi Piala Asia U-17.
Mengacu hasil drawing yang telah dilakukan pada 13 Juni 2024, Timnas Indonesia U-16 tergabung dalam Grup G Kualifikasi Piala Asia U-17 2024 bersama Australia, Kuwait, dan Kepulauan Mariana Utara.
Semua laga di grup ini bakal dilangsungkan di Kuwait yang ditunjuk sebagai host. Skuad besutan Nova Arianto bakal menghadapi tiga pertandingan yang dimulai pada 23 hingga 27 Oktober mendatang.
"Tadi suasana ruang ganti temen-temen pada nunduk kepala. Tapi tadi ada Pak Erick bilang kalau kita bisa ketemu Australia di Kuwait. (Pak Erick bilang) Jangan pernah menyerah, tegakkan kepala," beber salah satu penggawa Timnas Indonesia Muhamad Gholy usai kalah lawan Australia.
"Kita buktiin saja di Kuwait. Tunggu di Kuwait," tegas pemain bernomor punggung 7 itu.
Gholy juga mengungkapkan dia dan rekan-rekannya tak takut dengan siapapun lawannya.
"Kuncinya percaya diri saja di lapangan, main lepas. Jangan pikirin siapa yang mau nonton. Coach Nova bilang kalau kita main bola jangan pernah takut sama siapapun, mau lawan siapapun, kalau dia hajar, kita juga hajar," tegasnya.
Setali tiga uang, Kapten Timnas Indonesia U-16 Putu Panji mengaku timnya akan menjadikan kekalahan ini sebagai pelajaran. Ke depannya, mereka akan lebih kerja keras lagi.
"Pertandingan hari ini (1/7) sangat menjadi pembelajaran bagi kami untuk ke depannya. Kita kan nanti ketemu lagi di kualifikasi piala Asia di Kuwait. Kita akan mempersiapkannya," sambung Panji.
Australia memang bukan lawan yang mudah. Secara postur tubuh, skuad asuhan Bradley John Maloney cukup jangkung. Hal tersebut juga diakui oleh Panji.
"Posturnya tinggi tinggi. Tempo (mainnya) cepet," tuturnya.
Dalam pertandingan tersebut sejatinya Indonesia bisa mengimbangi lawannya. Hanya saja, terdapat kartu merah yang cukup cepat di babak pertama. Hal tersebut membuat Garuda Muda bekerja lebih ekstra.
"Ketika terkena kartu merah, kita sulit. Tapi (kami tetap) semangat tinggi," sambung Panji. (nis/nik)
Editor : Niko auglandy