RADARSOLO.COM - Kemenangan Australia atas Indonesia di semifinal ASEAN U-16 Boys Championship 2024 di Stadion Manahan, Senin malam (1/7) memicu kontroversi.
Bukan soal hasil pertandingan, melainkan selebrasi tim Australia yang terkesan menginjak-injak harga diri bangsa.
Ketua Umum (Ketum) PSSI Erick Thohir jadi saksi, bagaimana pemain Ausy merayakan gol secara berlebihan. Dia mengklaim, ada sangkut pautnya dengan kegagalan Australia di Piala Asia U-23, April lalu.
Waktu itu, Marcelino Ferdinan dkk mempecundangi Australia di fase penyisihan grup. Alhasil tim Negeri Kanguru angkat koper dan gagal lolos ke babak berikutnya.
“Kenapa mereka selebrasi berlebihan kepada kita. Karena mereka U-23-nya kalah sama kita. Saya sudah bilang ke pemain, tidak ada yang menundukkan kepala. Tidak ada yang nangis. Nanti Oktober ketemu Australia, kita sikat mereka. Kita siapkan. Tidak perlu takut sama mereka,” tegas Thohir.
Terkait hasil pertandingan kontra Ausy di semifinal ASEAN U-16 Boys Championship 2024, Erick kembali menegaskan bola itu bundar. Rencana Indonesia berantakan, usai Raihan Apriansyah dikartu merah menit ke-28.
“Kebetulan kita kena kartu merah. Main dengan 10 pemain, kita masih bisa skor. Ini masa depan timnas kita. Saya rasa ada 3-4 pemain bisa menjadi pelapis U-20,” bebernya.
Thohir menambahkan, skuad asuhan Nova Arianto punya fighting spirit tinggi.
“(sudah) bermain baik. Kalau dibilang kita kalah sama mereka, enggak,” ujarnya.
Di sisi lain, Garuda Muda akan bersua Ausy pada Kualifikasi Piala Asia U-17 di Kuwait, 23 Oktober mendatang. Mengacu hasil drawing pada 13 Juni lalu, Indonesia U-16 tergabung dalam Grup G. Bersama Australia, tuan rumah Kuwait, dan Kepulauan Mariana Utara.
“Ruang ganti (setelah pertandingan), teman-teman semua menundukkan kepala. Tapi Pak Erick (Thohir) bilang, kita bisa ketemu Australia di Kuwait. Terus bilang lagi, jangan pernah menyerah, tegakkan kepala,” beber penggawa Timnas U-16 Muhamad Gholy.
Gholy mengklaim tak gentar menghadapi siapapun calon lawan.
“Kuncinya percaya diri di lapangan. Bermain lepas. Jangan pikirin siapa yang mau nonton. Coach Nova bilang, kalau kita main bola jangan pernah takut sama siapapun. Mau lawan siapapun, kalau dia hajar, kita juga hajar,” ujarnya.
Setali tiga uang, kapten Timnas U-16 Putu Panji akan menjadikan kegagalan ini sebagai pelajaran.
“Nanti ketemu lagi (dengan Ausy) di Kualifikasi Piala Asia di Kuwait. Kami akan mempersiapkan lebih keras lagi,” sambung Panji. (nis/nik)
Editor : Niko auglandy