Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Persis Solo On this Day, 3 Juli 1937: Menang Lawan Klub Bentukan Belanda di Semarang, Gabung Tim Jogja Tapi Bukan PSIM

Niko auglandy • Rabu, 3 Juli 2024 | 20:00 WIB
Logo Persis Solo
Logo Persis Solo

RADARSOLO.COM - Di zaman dulu, ternyata pemain asal Solo dan Jogja pernah bergabung dalam satu tim yang sama. Mereka menjalani tur ke berbagai kota di pulau Jawa untuk bertanding sepak bola.

Ya, pada 1937, PSSI membentuk tim bernama PSSI Vorstenlanden. Komposisi skuadnya bermaterikan pemain dari Persis Solo dan Persim Mataram.

Di era tersebut PSIM Jogja tengah keluar dari keanggotaan PSSI. Oleh karena itu PSSI yang kecewa membentuk tim tanding di Jogja, yakni bernama Persim Mataram.

Setelah keluarnya PSIM dari PSSI, mayoritas pemain PSIM gabung Persim. Ada juga yang gabung Persis, salah satunya adalah kiper R Maladi.

Kesebelasan PSSI Vorstenlanden memulai tripnya dengan bertanding di Stadion Semarang, Sabtu sore 3 Juli 1937. Lawannya adalah klub VSO atau Voetbalbond Semarang en Omstreken.

Tim ini adalah klub bentukan Hindia Belanda yang ada di Semarang, yang pemainnya mayoritas orang Belanda, dan Tionghoa. Skuad VSO di laga ini adalah Hing Kie, John, Oehmad, Lammerding, Jukh Bing, Gwee, Tjoe Gwan, Mardjono, Marmo, Siong Pik, dan Berkenbosch.

Di lain sisi, mayoritas pemain Vorstenlanden di laga ini memang berasal dari Persis Solo. Yang jadi starter adalah Maladi, Marjo, Kemi, Hadiman, Warno, Soetris, Harno, Jazid, dan Arman. Sedangkan pemain Persim Mataram yang jadi starter hanya Tohari dan Djawad.

Pertandingan bersejarah ini tentu sangat menyita perhatian masyarakat yang antusias untuk datang. Banyak kaum pribumi menonton laga ini. Pertandingan dipimpin oleh wasit Hunter dari tuan rumah VSO.

Pada babak pertama di dalam tribun penonton, sudah terdengar suara teriakan yang mengkritik kualitas pimpinan wasit yang dianggap berat sebelah.

Walau begitu, pertandingan tetap terus berjalan sampai akhir. Penonton mengkritisi karena ada beberapa pelanggaran keras yang dianggap kurang sportif.

Hampir semua pemain PSSI Vorstenlanden kecuali Tohari bermain cukup bagus. Salah satunya pergerakan Jazid yang dianggap cukup berbahaya dan bikin pemain VSO ketar-ketir sepanjang laga.

Gawang Maladi kebobolan lebih dulu, namun semenit kemudian Arman melakukan tendangan bak peluru yang sukses menjebol gawang VSO yang dijaga oleh Hing Kie. Skor imbang 1-1.

Termotivasi main di rumah sendiri, VSO kembali cetak gol. Gol ini membuat suporter Semarang bertepuk riang melihat gol tersebut. Tapi mental anak-anak Solo-Jogja pantang kendur.

Djawad menggiring bola dan melakukan tendangan keras ke gawang, sayang bola masih membentur tiang. Namun bola pantulan langsung di satu Soetris hingga jadi gol, sekaligus membuat kedudukan kembali jadi imbang (2-2). Skor bertahan hingga babak pertama berakhir.

Di babak kedua pertandingan kembali berjalan dengan cukup sengit dan menegangkan. Namun diluar dugaan banyak gol yang diciptakan tim PSSI Vorstenlanden.

Ada tiga gol tambahan beruntun. Harno cetak gol ketiga di laga ini, lalu Djawad gol keempat, dan gol kelima dicetak oleh Harno kembali. Sayang lawan sama sekali tak membalas, dan hingga laga berakhir PSSI Vorstenlanden menang 5-2.

Koran Soeara Oemoem edisi Juli 1937 bakan mencatatkan jika melihat permainan seperti ini, seharusnya PSSI menang dengan skor 7-1. Ini karena permainan anak-anak Solo-Jogja cukup meyakinkan.

Dalam trip ini, pemain Persis Solo yang ikut rombongan ada 11 orang. Mereka berasal dari berbagai klub internal Persis. Pemain dari klub Hizbul Wathan (HW) Solo ada nama Jazid, Handiman, dan Marjo.

Lalu dari tim Romeo ada nama Soetris, Harno, dan Darmodjo. Sementara dari tim Mars ada nama Atmadi, Kemi, dan Warno. Satu-satunya pemain IM atau Indonesia Muda adalah kiper R Maladi.

Sementara itu dalam tur Vorstenlanden ini, Persim mengirimkan lima wakil, yakni Soebowo (pg), Saebani, Tohari, Djawad, dan Andreas. Sebagai leader atau ketua rombongan adalah tuan R. Soetardi Hardjolokoekito dari Persis Surakarta.

PSSI membentuk tim Vorstenlanden yang merupakan gabungan tim pemain dari Solo dan Jogja. tim ini dijadwalkan menjalani berbagai pertandingan di luat kota. Tim memulai pertandingan di Semarang, dan akan berakhir di Tasikmalaya.

Tim dimulai di dari kota Semarang pada Sabtu, 3 Juli 1937. Akhirnya diputuskan tim pertama yang dilawan adalah VSO Semarang (bond NIVU).

Seharusnya sehari kemudian, tepatnya Minggu 4 Juli rombongan main di Pekalongan, namun di pertengahan tur PSSI memutuskan tim tetap berada di Semarang, namun pada tanggal 4 Juli 1937 melawan PSIS di Semarang. Sehari kemudian (5 Juli 1937) tim baru bertanding di Pekalongan dan melawan klub tionghoa THH.

Sementara itu di jadwal awal tim bertanding di Cirebon pada Selasa 6 Juli, namun akhirnya baru bisa terealisasi sehari kemudian (7/7/1937), di mana Vorstenlanden akhirnya bertanding melawan rest PSIT Cirebon.

Harusnya pada Rabu 7 Juli tersebut rombongan dijadwalkan main di Jakarta, ternyata tak jadi digelar. Sementara itu pada 8 Juli 1937, yang awalnya tidak ada jadwal tanding, akhirnya diputuskan lawan tim utama PSIT Cirebon.

Selain Jakarta, rombongan juga batal main di Bogor. Di jadwal awal, tim ini bertanding di Kota hujan pada Jumat 9 Juli main di Bogor. Tak hanya itu, rombongan juga batal main di Bandung pada 10-11 Juli. Akhirnya diputuskan rombongan main dua kali di kota Tasikmalaya, yakni melawan PS Tjitapen, Sabtu 10 Juli 1937, dan Persitas Tasikmalaya sehari kemudian (11/7/1937). (nik)

Editor : Niko auglandy
#pssi #Persim mataram #psim jogja #persis solo