RADARSOLO.COM — Siapa pemegang gelar champions ASEAN U-16 Boys Championship, akan terjawab dalam laga final di Stadion Manahan Solo, Rabu malam (live Indosiar pukul 19.30 WIB). Laga pamungkas akan mempertemukan Australia versus Thailand.
Ini pertemuan kedua bagi kedua tim sepanjang turnamen berjalan.
Sebagai catatan, Australia dan Thailand pernah bertemu di babak penyisihan Grup C. Saat itu, kedua tim harus puas berbagi angka. Setelah 90 menit selesai, kedua tim bermain dengan skor kacamata.
Di akhir penyisihan grup, Australia keluar sebagai juara. Disusul Thailand yang lolos sebagai runner-up terbaik. Di semifinal, kedua tim mampu mengatasi perlawanan lawannya masing-masing. Australia mengalahkan Indonesia dengan skor 5-3, sedangkan Thailand menjegal Vietnam 2-1.
“Pertemuan di penyisihan grup (C) dengan Thailand memang sangat ketat. Jadi, saya mengira (situasi) akan sama besok (hari ini). Lawan kami ketat. Jadi kami sudah memprediksi game yang ketat,” ujar head coach Australia U-16 Bradley John Maloney di Stadion Manahan, Selasa (2/7).
Pertandingan ini diprediksi akan berjalan alot. Apalagi problem yang dihadapi kedua tim sama. Yakni sama-sama memiliki waktu pemulihan cukup singkat. Karena jeda antara semifinal dan final hanya satu hari.
“Melihat pendeknya jarak antara semifinal ke final, membuat (persiapan kami) hanya recovery pemain. Kami juga mempelajari situasi nantinya,” imbuh pelatih yang akrab disapa Brad ini.
Dari kubu lawan, head coach Thailand U-16 Jadet Meelarp menyadari tipisnya masa recovery. Kendati semikian, skuadnya siap meraih hasil terbaik.
“Australia bermain dengan style yang berbeda dengan negara-negara Asia. Hal tersebut juga didukung dengan fisiknya. Tapi kami akan melakukan yang terbaik untuk melakoni pertandingan ini. Game pertama cukup ketat dan challenging. Tapi sekali lagi, kami akan lakukan yang terbaik,” ujarnya.
Aff
Disinggung soal Thailand yang kerap melakukan comeback, Jadet mengaku hal tersebut berkaitan dengan mental dan fisik pemain.
“Pemain kami tidak pernah menyerah. Meski ini turnamen internasional pertama bagi pemain, tapi mereka mampu memberikan yang terbaik,” tandasnya. (nis/fer)
Editor : Niko auglandy