RADARSOLO.COM - Kompetisi Liga 1 kian mendekat. Pemain lawas plus anyar Laskar Sambernyawa -julukan Persis Solo- saling bersinergi untuk membentuk tim yang lebih baik. Hal ini disambut positif Kiper Persis Solo Muhammad Riyandi.
Musim ini, Persis Solo sudah melepas banyak pemain lamanya. Sejumlah wajah baru juga telah diumumkan, seperti Rizky Dwi, M. Zaenuri, Giovani Numberi, Ripal Wahyudi, hingga yang terbaru legiun asing asal Swiss Karim Rossi.
Riyandi membeberkan atmosfer latihan skuad Laskar Sambernyawa berjalan positif. Kedatangan sejumlah nama baru disambut hangat oleh tim. Para pemain baru juga sangat cepat untuk beradaptasi dan membangun chemistry.
"Ya suasana bagus. Kami juga welcome untuk pemain baru. Kan mereka juga welcome. Kami sama-sama bangun tim," ujar kiper berusia 24 tahun tersebut.
"Kondisi sangat baik, tim sekarang sedang mempersiapkan untuk ke depannya," tambahnya.
Seperti diketahui sebelumnya, musim ini Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi mempersilahkan klub peserta untuk merekrut delapan pemain asing tanpa batasan negara.
Disinggung soal regulasi anyar pemain asing ini, Riyandi mengaku hal tersebut membuat persaingan di tim semakin ketat.
"Yang pasti sangat ketat, karena banyak pemain asing. Tapi (hal tersebut) bisa menambah value liga Indonesia," tegasnya.
Besar kemungkinan Persis tak akan menambah pemain asing di posisi kiper, mengingat di Persis Solo saat ini sudah ada lima kiper yang telah bergabung dengan tim.
Selain Riyandi ada juga sosok Gianluca Pandeynuwu dan I Gede Aditya. Termasuk dua kiper muda yang musim lalu dipinjamkan ke klub Liga 2, yakni Erlangga Setyo (eks PSPS Pekanbaru) dan Pancar Nur (eks PSIM Jogja).
Punya lima kiper potensial, Persis tentu cukup nyaman mengatur tim terbaiknya di Liga 1 musim ini.
M. Riyandi sudah berseragam Laskar Sambernyawa sejak 2022 silam. Masa bakti Riyandi bersama Persis cukup panjang. Berdasarkan Transfermarkt, kiper kelahiran Bogor tersebut diikat Laskar Sambernyawa hingga 2026 mendatang.
Cukup maklum, kiper berlabel Timnas Indonesia tersebut punya catatan bagus di bawah mistar gawang. Sayang, musim ini Riyandi sempat dihantam cedera, dipanggil Timnas Indonesia, hingga disanksi kartu merah. Alhasil dia hanya tampil selama 13 kali. Catatannya 16 kebobolan dan tiga kali clean sheet. (nis/nik)
Editor : Niko auglandy