RADARSOLO.COM - Tak disangka, Laskar Sambernyawa -julukan Persis Solo- berada di urutan ketiga dengan penonton terbanyak selama gelaran Liga 1 musim 2023/2024. Ini berdasarkan catatan Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi. Ada sebanyak 165.298 orang telah memadati Stadion Manahan saat laga Persis Solo.
Sementara itu, posisi pertama diduduki oleh Persija Jakarta, yang mana markasnya telah dipadati oleh 295.125 penonton. Sedangkan posisi kedua dimiliki oleh Persib Bandung dengan catatan 239.233 orang.
Kalau lihat dari kapasitas stadion Persija dan Persib memang cukup wajar. Karena home base mereka memiliki kapasista tempat duduk diatas 40 ribu. Sementara Stadion Manahan hanya berkapasitas 20 ribu, jadi tentu ada banyak potensi calon penonton yang kehabisan tiket saat laga Persis musim lalu.
Meski tercatat sebagai salah satu tim dengan penonton terbanyak, ada sejumlah laga Persis yang terbilang sepi. Hal tersebut dibeberkan oleh Presiden DPP Pasoepati Agoes Warsoep.
"Sebenarnya musim kemarin itu pun ada beberapa pertandingan yang menurut saya sepi. Jadi jika prestasi tim musim ini bagus, pasti penonton secara otomatis juga akan meningkat," ujar Agoes kepada Jawa Pos Radar Solo, 9 Juli.
Agoes mengakui tak perlu diragukan lagi terkait titalitas dan fanatisme suporter Persis Solo.
"Suporter dan masyarakat Solo Raya itu sangat cinta Persis Solo, jadi sebisa mungkin akan selalu hadir di match terutama home Persis Solo," sambungnya.
Agoes berharap musim depan akan semakin baik lagi dalam segala hal, terutama prestasi tim.
"Kalau soal teknis di home harapannya agar makanan dan minuman tidak seketat kemarin. Apalagi sekarang banyak penonton itu keluarga yang bawa anak-anaknya. Nonton Persis kan buat hiburan masyarakat," sambung Agoes.
Secara terpisah, catatan penonton terbanyak ketiga cukup menarik bagi perwakilan Ultras 1923 Beto. Namun menurutnya, di awal-awal musim penonton sempat menurun karena performa tim yang terbilang buruk.
"Tapi di akhir musim dengan pergantian nakhoda baru performa tim membaik dan meningkatkan lagi jumlah penonton yang hadir. Karena diakui maupun tidak performa tim maupun prestasi tim berbanding lurus dengan minat penonton yang hadir," bebernya.
Lebih lanjut, Beto mengungkapkan dari suporter berharap persiapan musim depan lebih baik lagi.
"Individu-individu yang bisa menjadi benalu dalam tim juga bisa dihilangkan, kondisi tim selalu kondusif, performa stabil sehingga tiap pertandingan diminati oleh penonton baik suporter maupun penikmat bola," ujarnya.
Performa Laskar Sambernyawa musim lalu memang bak roller coaster. Persis sempat terpuruk bahkan hanya selisih satu strip dengan zona degradasi. Tapi setelah itu, Persis kedatangan pelatih baru yakni Milomir Seslija.
Milo berhasil meracik skuad plus mengkerek Persis dari posisi 15 ke persaingan papan atas, tepatnya di urutan ke-7. Total catatannya 50 poin dengan 14 kemenangan, 8 imbang, plus 12 kekalahan.
"Untuk hasil akhir saya belum bisa berharap banyak, tetapi minimal tidak lebih buruk dari musim kemarin," tambah Beto.
"Yang jelas hasil positif setiap laga kandang itu jadi harapan paling dasar. Untuk Panpel sejauh ini cukup baik, cukup humanis dan banyak memberi kemudahan untuk kita mempersiapkan aksi aksi seperti koreo dan sebagainya," sambung Beto. (nis/nik)
Editor : Niko auglandy