RADARSOLO.COM – Pemain Timnas Indonesia U-16 Fadly Alberto Hengga, baru-baru ini menjadi sorotan netizen tanah air.
Jagoan timnas Indonesia U-16 ini menjadi idola baru, mengingat penampilannya yang memukau di di Piala AFF U-16, kemarin.
Setelah berhasil menyumbangkan satu gol, dalam laga melawan Singapura di Stadion Manahan Solo, pada 21 Juni 2024 lalu, Fadly Alberto Hengga pun makin santer mencuri perhatian para pecinta bola.
Atlet muda berambut ikal itu seketika menarik perhatian netizen, mulai dari kepiawaiannya dalam mengoper bola di lapangan hijau, hingga latar belakang kehidupannya.
Sayangnya, ekspektasi warganet seolah 'dibanting' oleh realita tentang kehidupan pemain bola berusia 16 tahun ini.
Faktanya, Fadly Alberto Hengga mengarungi kehidupannya berbanding terbalik dengan ketenarannya di dunia sepak bola Tanah Air. Sontak, fakta ini pun menjadi viral di sosial media baru-baru ini.
Sebuah video viral di sosial media, menunjukkan kondisi rumah Fadly yang jauh dari kata layak.
Tempat tinggal keluarga Fadly hanya seukuran 4x8 meter, yang berdiri dengan dinding triplek, atap seng dan hanya beralaskan tanah.
Parahnya, lahan yang ditempati keluarga Fadly ternyata merupakan milik Perhutani. Sehingga tidak menutup kemungkinan rumahnya bisa saja digusur sewaktu-waktu.
Karena itulah, ia berambisi besar mengejar karirnya di lapangan hijau. Fadly berharap bisa memiliki rumah sendiri dan bisa tinggal dengan tenang bersama keluarga.
“InshaAllah terpilihnya saya masuk dalam timnas U-16, saya bisa masuk dalam timnas senior dan impian saya punya rumah sendiri untuk keluarga bisa terwujud,” kata Fadly, seperti dikutip dari akun Instagram @wowfaktatimnasindonesia, Jumat (12/7/2024).
Dilansir dari Radar Bojonegoro (Jawa Pos Group), Fadly Alberto Hengga berdomisili di Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
Namun, ia lahir di tanah Papua dan pindah tinggal di Bojonegoro sejak usia tiga tahun.
Bocah kelahiran 22 Juni 2008 itu menekuni sepak bola sejak usia delapan tahun, dengan bergabung dengan Sekolah Sepak Bola (SSB) setempat.
Karena ketekunannya dalam berlatih, kini Fadly juga tergabung dalam Klub Bhayangkara Presisi Indonesia FC.
Wawan Bruno, pelatih SSB Sukorejo Putra, mengatakan bahwa Fadly adalah salah satu pemain yang tangguh dan tekun, bahkan bertahan hingga usia 15 tahun di bawah didikannya.
Kehebatan Fadly dalam mengoper bola, membuat Wawan Bruno menaruh perhatian lebih hingga didorong untuk mengikuti seleksi Bhayangkara Presisi Indonesia FC.
Begitu lolos seleksi, katanya, Fadly menunjukkan perkembangan yang pesat di klub barunya itu. Wawan bilang, Fadly berhasil naik ke Tim A dari Tim B.
“Ada tim A dan B di Bhayangkara. Pertama, Alberto di tim B dan berhasil memasukkan (gol). Kemudian, tim B bertanding melawan tim A namun, dimenangkan tim B. Selanjutnya, dia bergabung di tim A,” jelasnya.
Wawan tak bosan terus mendorong perjalanan Fadly sebagai pesepakbola andal, bahkan meski ia melanjutkan pendidikan perguruan tinggi atau masuk kepolisian.
“Karena punya talenta saya alihkan ke situ. Kalau hanya di Bojonegoro terus anak ini (Alberto, red) tidak ada yang melirik,” pungkasnya.
Melihat anak didiknya berhasil membobol gawang timnas Singapura dalam laga beberapa waktu lalu, Wawan patut bangga.
Ia menyebut bahwa Fadly memang pandai mencari celah dan mengecoh pergerakan lawan, lalu menusuk umpan teropos dengan tenang.
Melihat laman Transfermarkt, Fadly saat ini tercatat mengisi posisi utama sebagai sayap kiri dan posisi lain sebagai pemain depan tengah serta sayap kanan dalam Timnas Indonesia U-16. (dam)
Editor : Damianus Bram