RADARSOLO.COM – Beberapa hari lalu Pelatih Persis Solo Milomir Seslija blak-blakan bahwa tak mudah buatnya untuk mencari sosok pengganti Alexis Messidoro yang hengkang dadakan dari tim. Dan benar saja apa yang ditakutkannya terjadi saat laga perdana Persis di Piala Presiden 2024. Melawan Borneo FC, Laskar Sambernyawa kalah 0-2 (0-1) di Stadion Si Jalak Harupat, tadi malam (19/7).
Ketakutan Milo -sapaan Milomir Seslija- akan tak ada sosok yang bisa jadi pengatur irama permainan Persis sepeninggal messidoro, ternyata benar-benar terjadi. Persis seperti kehilangan rohnya. Jenderal di lapangan tengah tak ada, dan terlihat koordinasi antarlini juga masih perlu banyak evaluasi.
Sho Yamamoto di lini tengah tentu harus berjuang ekstra. Tak mudah buatnya untuk memutus serangan lawan di lini tengah, dan memberi ruang tepat untuk Persis punya peluang di lini depan.
Jalannya pertandingan juga benar-benar penuh ketegangan. Tegang karena lini pertahanan Persis seperti dibombardir lawan. Di babak pertama, Persis hanya bisa melakukan satu kali tembakan, itupun melenceng jauh dari mulut gawang lawan. Sebaliknya tim lawan melakukan tiga kali tembakan langsung, dan satu diantaranya on targat dan berbuah gol.
Ya Persis kebobolan 1 gol di 45 menit pertama, itu pun terjadi di akhir babak pertama. Namun di menit ke-45, Leo Gaucho pecah telur. Bola yang melesat ke sisi kiri gawang Persis susah untuk diselamatkan oleh Riyandi. Membuat Persis tertinggal 0-1 oleh Borneo.
Di babak pertama hampir mayoritas Persis memasukkan pemain lama, hanya ada dua nama baru yang jadi starter. Yakni Ricardo Lima (centerback) dan Giovani Numberi (bek kiri).
Usai tertinggal 1-0 di babak pertama, Persis langsung tancap gas melakukan perubahan cara bermain.
Awal babak kedua Persis langsung memasukkan tiga pemain sekaligus. Yakni Rizky Dwi Febrianto, Ripal Wahyudi, dan GIanluca Pandeynuwu. Persis menarik keluar Zanadin Fariz, Eky Taufik, dan Muhammad Riyandi.
Persis sempat membuka peluang besar untuk menyamakan kedudukan. Dua peluang beruntun terjadi. Menit ke-50, set piece didapatkan Persis, setelah Althaf Indie dilanggar oleh Fajar Fathurakhman.
Tendangan bebas diambil Rizky Dwi, sayang bek eks Borneo FC yang musim lalu dipinjamkan ke Arema FC tersebut belum mengancam gawang Nadeo.
Menit ke-51 gantian Ripal Wahyudi, buka peluang. Eks gelandang Persebaya Surabaya tersebut sodorkan umpan manis ke Ramadhan Sananta, sayang pemain nomor 9 tersebut terlambat menyambut bola dan bola dengan mudah diamankan oleh Nadeo Argawinata.
Alih-alih menyamakan kedudukan, bond kebanggaan wong Solo malah kebobolan kembali.
Gio salam dalam membuang bola. Bola liar disambut Leo Gaucho yang sukses mencetak brace-nya di laga ini di menit ke-52’.
Enggan jadi bulan-bulanan lebih dalam, Persis kembali membuat perubahan besar dengan memasukkan nafas segar. Ramadhan Sananta, Giovani Numberi, Althaf Indie ditarik keluar, dan memasukkan Karim Rossi, Faqih Maulana, dan Rendy Sanjaya.
Masuknya pemain-pemain tersebut memberi warna baru di lapangan hijau. Menit ke-67, Rendy Sanjaya memberi umpan manis kepada Karim Rossi. Sayang tendangannya mengenai tubuh lawan.
Dalam tangkapan layar di televisi terlihat seperti bola mengenai tangan pemain Borneo FC. Wasit sempat lama wasit mengecek video assistant referee (VAR), namun akhirnya wasit memutuskan tidak ada handsball di lapangan hijau.
Peluang demi peluang coba dirakit Persis Solo sayang gol yang dinanti-nanti tak juga datang. Hingga peluit panjang dibunyikan, Persis tetap kalah 0-2 atas Borneo. Hasil ini mirip game pertama grup A, sore harinya. Di mana Persib Bandung menekuk PSM Makassar dengan skor 2-0. Usai laga ini Persis akan bertemu PSM, Senin (22/7). (nis/nik)
Editor : Niko auglandy