Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Sempat Unggul 2-0, Persis Solo Malah Gagal Menang Atas PSM Makassar di Piala Presiden: Taktik Coach Milo Susah Ditebak

Mannisa Elfira • Selasa, 23 Juli 2024 | 01:51 WIB
Laga Persis Solo melawan PSM Makassar di Stadion Si Jalak Harupat Bandung di ajang Piala Presiden 2024 (22/7/2024).
Laga Persis Solo melawan PSM Makassar di Stadion Si Jalak Harupat Bandung di ajang Piala Presiden 2024 (22/7/2024).

RADARSOLO.COM - Seperti janji Persis Solo sebelum terjun di turnamen pramusim bertajuk Piala Presiden 2024, bahwa Laskar Sambernyawa mengutamakan untuk membangun tim di turnamen ini.

Jadi cukup wajar nantinya di setiap laga, Persis akan mengoptimalkan rutin melakukan rotasi. tujuannya tentu saja agar Head Coach Persis Solo Milomir Seslija bisa memahami kedalaman skuad seperti apa, dan kerangka starting eleven utama Persis Solo kedepannya juga akan diisi oleh siap.

Nah, saat laga melawan PSM Makassar di Stadion Si Jalak Harupat Bandung, Senin sore (22/7/2024), coach Milo -sapaan akrab Milomir Seslija- memang menerapkan kebijakan rotasi yang dia inginkan seenak hati.

Nah, soal permainan, hasil apa yang diterapkan di babak pertama sejatinya cukup menjanjikan. Bagaimana tidak, baru 25 detik laga berjalan, Persis Solo sudah unggul 1-0 lebih dulu.

Tak sekadar cakap angin, omongan Ramadhan Sananta  sebelum laga benar-benar terbukti. Di laga emosional ini, bomber berusia 22 tahun tersebut ingin menampilkan yang terbaik dibanding laga sebelumnya, termasuk melawan mantan klubnya ini.

Dan Sananta memang allout, dia langsung memberi shock therapy lewat gol cepatnya. Dimanjakan direct kick dari Eduardo Kunde, Sananta lepas dari penjagaan Yuran Fernandes. Bola yang disepaknya ke pojok gawang mengenai tiang kanan gawang, dan jadi gol karena tak bisa dijangkau kiper lawan.

Ini membuat Laskar Sambernyawa unggul 1-0 atas PSM Makassar. Dengan keunggulan ini, kepercayaan diri anak asuh Milomir Seslija melesat. Sementara, PSM coba menyamakan kedudukan.

Di menit ke-12, Giovani Numberi melanggar Adilson Silva. Membuat PSM mendapatkan keuntungan via set piece. Untungnya, tendangan bebas M Arfan bisa diatasi oleh Muhammad Riyandi.

Setelah itu, skuad besutan Bernardo Tavares coba tembus pertahanan Laskar Sambernyawa. Namun duet antara Eduardo Kunde dan Ricardo Lima cukup solid. Belum lagi, masih ada cover dari sejumlah pemain lain. Seperti Sho Yamamoto (19') serta Ripal Wahyudi (26').

Menit ke-27, PSM mendapatkan peluang emas. Corner kick dari M. Arfan ke Yuran Fernandes hampir membobol gawang Riyandi. Syukurnya tandukan centerback tersebut masih di atas mistar gawang.

Unggul 1-0 tak membuat Persis bermain sedikit lebih tenang. Menit ke-39, lini belakang PSM melakukan kesalahan fatal, di mana umpan Ardiansyah ke Yuran Fernandes lepas dan bola dicuri Sutanto Tan.

Moussa Sidibe mencoba melakukan tembakan, namun dua kali tendangannya dihalau bek lawan. Bola liar menuju ke Ramadhan Sananta, dan langsung menyambutnya dengan tendangan keras yang deras kembali sukses menggetarkan gawang PSM. Persis Solo unggul jadi 2-0.

Hal menarik terjadi, saat usai babak pertama berakhir. Di mana memasuki babak kedua, coach Milo dengan cukup Pedenya melakukan rotasi.

Tak main-main, Sananta, M Riyandi, dan Giovani Numberi yang bermain apik di 45 menit pertama, ternyata diganti. Milo memasukkan Gianluca Pandeynuwu, Karim Rossi, juga Eky Taufik.

Kebobolan membuat coach Milo langsung berikan respons besar dengan memasukkan beberapa pemain lainnya, yakni Rian Miziar, Zanadin Fariz, dan Althaf Indie. menariknya yang digantikan adalah Eduardo Kunde, Ripal Wahyudi, hingga Moussa Sidibe, yang sejatinya bermain cukup baik juga di laga ini.

Sayangnya pertaruhan yang dilakukan coach Milo harus dibayar cukup berat.  Di menit ke-68, gawang Persis kembali kebobolan. 

Kerja sama antara Nermin, Tito, dan Abdul Rahman berbuah manis. Abdul sukses menjebol gawang Gianluca Pandeynuwu, yang membuat skor berubah jadi imbang 2-2.

Kebobolan lagi, Milo kembali lakukan pergantian pemain. Pemain anyarnya yang baru diperkenalkan beberapa jam sebelum kickoff, yakni Facundo Aranda akhirnya diturunkan. Dia menggantikan Ricardo Lima  di menit ke-71'. Delapan menit kemudian Rendy Sanjaya juga ditarik keluar digantikan oleh Irfan Jauhari (79').

Menit ke-93, Rian Miziar berpotensi kena kartu merah. Dia dinilai melanggar striker PSM. Wasit Heru Cahyono sedikit ragu-ragu akhirnya memutuskan mengecek video assistant referee (VAR), kartu merah Rian Miziar ditarik lalu diganti kartu kuning.

Itu membuat PSM mendapatkan freekick, dan bersyukurnya tak sampai jadi gol. hingga laga berakhir skor tak berubah, tetap 2-2 untuk kedua tim. (nis/nik)

Editor : Niko auglandy
#Piala Presiden #persis solo #Sananta #psm makassar