RADARSOLO.COM - Pentingnya turnamen-turnamen sepakbola wanita sudah disadari banyak pihak. Ini juga yang membuat pelatih-pelatih sekolah sepak bola (SSB) di Solo sumringah.
Seperti yang dirasakan oleh pelatih Samba Persada Woman dan juga Putri Surakarta.
Pembina Putri Surakarta Dede Irawan turut hadir dalam final Milklife Soccer Challenge di Lapangan Kottabarat. Dede bahkan ikut membagikan trofi juga hadiah kepada siswi-siswi yang berpartisipasi dalam agenda tersebut.
"Ya dengan adanya yang U-10 dan U-12 itu sesuatu hal yang sangat luar biasa di dunia persepak bolaan terutama untuk grassroot. Berarti di turnamen usia dini, stakeholder dan sponsor lainnya sudah aware terhadap perkembangan sepak bola Indonesia khususnya wanita untuk masa depan," ujar Dede kepada Jawa Pos Radar Solo.
Sasaran peserta anak sekolah sudah tepat bagi Dede. Menurutnya, di usia tersebut jarang sekali. Jadi dengan adanya kompetisi itu, animo sepak bola wanita akan sangat cepat untuk memotivasi berkeinginan ikut serta dalam sepakbola wanita tersebut.
"Harapannya dengan ajqng ini, anak-anak SD bisa bermimpi dan berminat belajar sepak bola di klub. Harapannya mudah-mudahan dengan adanya antar sekolah, harapannya ada antar SSB atau klub bertahap," sambungnya.
Pemkot Solo pun mendukung gelaran ini. Wali Kota Solo Teguh Prakosa menegaskan, pihaknya akan mendukung turnamen-turnamen seperti ini.
Teguh menjelaskan, dilaporkan oleh tim bahwa sudah tersaring 40 pemain potensiak, Harapannya 40 ini bisa diwadahi agar bisa berprestasi.
"Event ini (menandakan) ada peran-peran untuk menggerakkan sepak bola wanita dari usia dini. Sekarang dilahirkan ada kelompok umur 10 dan 12. Kami berharap ini tetap berlangsung ya minimal setahun dua kali," ujar Teguh.
Dalam turnamen itu, KU-10 dijawarai oleh SD Kristen Manahan, sementara runner-upnya SD Al Azhar Syifa Budi. Selanjutnya di KU-12, SD Tempel Surakarta menjadi pemenangnya. Sementara juara keduanya adalah SDN Cemara Dua A. (nis/nik)
Editor : Niko auglandy