RADARSOLO.COM - Kasus dugaan kekerasan menggunakan senjata tajam (sajam) terhadap MAS, 15, dan EF, 19, didalami pihak kepolisian. Langkah ini dilakuan usai kedua korban resmi membuat laporan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Solo.
Kasatreskrim Polresta Kompol Ismanto Yuwono menuturkan, bila kepolisian telah melakukan gelar perakara, Senin (5/8) untuk menangani kasus tersebut.
"Sudah kami gelar perkarakan. Kemudian sudah diputuskan untuk naik ke penyelidikan. Sedang dilakukan pendalaman," ujar Ismanto saat ditemui di ruang kerjanya.
Dijelaskan kasatreskrim, bahwa dalam kasus ini pengecekan ke TKP gelah dilakukan. Ini untuk mengetahui apakah ada saksi lain yang melihat kejadian tersebut.
"Termasuk mengecek CCTV di sekitar lokasi untuk mengidentifikasi kendaraan terduga pelaku. Korban hanya mengetahui jenis kendaraannya, namun sempat melihat plat nomor kendaraan dari terduga pelaku," ujarnya.
Ismanto menjelaskan dari hasil keterangan sementara bahwa kedua korban tak mengetahui sama sekali mengapa keduanya menjadi korban kekerasan tersebut. Korban merasa tidak memiliki musuh.
"Kemudian saat kejadian tidak dalam kondisi terpengaruh miras. Kecuali semisal korban terpengaruh miras, kemudian rese saat konvoi, ada warga yang emosi kemudian melakukan penyerangan. Ini kan tidak. Sehingga untuk motif sebenarnya baru akan kamj ketahui setelah pelaku ini berhasil diamankan," urai Ismanto.
Disinggung soal apakah pada saat kepulangan tim Persis Solo dari Stadion Manahan menuju mess mendapat pengawalan dari pihak Kepolisian, Ismanto menuturkan ada.
"Memang ada pengawal dari lantas. Namun saat kejadian tersebut, posisi korban ini berada jauh di belakang rangkaian bus," tuturnya.
"Kemungkinan saat kejadian terjadi tidak termonitor oleh anggota lantas yang melakukan pengawalan. Terlebih fokus dari pengawalan tersebut adalah bus yang membawa para pemain," tutur Ismanto.
Disinggung soal kondisi korban, Ismanto menjelaskan bahwa keduanya sudah dalam kondisi baik.
"Kemudian keduanya juga siap apabila sewaktu-waktu kami panggil untuk menambah keterangan dari sisi saksi korban," pungkas Ismanto.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, sejumlah elemen suporter mengawal bus pemain Persis Solo kembali ke mes pemain yang berada jadi kawasan belakang kampus UNS. Pengawalan bus ini juga dalam rangka euforia, usai Persis memastikam mendapat juara 3 dalam ajang Piala Presiden. Tepatnya usai menang 1-0 atas Persija Jakarta, 3 Agustus.
Di lain sisi, kejadian tak terduga menimpa MAS dan EF ketika sampai di simpang empat APPIL Panggung. Keduanya diikuti oleh tiga orang tak dikenal berboncengan yang menggenakan sepeda motor matik Nmax Warna Hitam. Ketiganya juga menggunakan jaket berwarna serba hitam.
Pada saat sampai di Jalan Kolonel Sutarto, tiba-tiba korban EF dipepet hingga jatuh karena menabrak trotor. Tak sampai disitu tiga orang ini juga diduga membacok korban menggunakan sajam berupa cerurit pendek.
Sejumlah teman korban dan warga sempat mengejar terduga pelaku. Namun berhasil lolos. Pada saat sampai dijalan tentara pelajar, tepatnya di kawasan pedaringan, para ada korban MAS yang terjatuh juga dibacok.
Akibat kejadian ini, korban MAS mengalami luka pada bagian dagu karena terjatuh dari motor dan luka sabet di kaki sebelah kiri. Sedangkan untuk korban EF mengalami luka sabet di paha sebelah kiri. (atn/nik)
Editor : Niko auglandy