RADARSOLO.COM – Diego Michiels, nama yang sudah tidak asing lagi di kalangan pecinta sepak bola Indonesia. Pemain yang lahir di Deventer, Belanda, pada 8 Agustus 1990 ini, telah menjelma menjadi salah satu bek kanan terbaik di tanah air.
Diego Michiels kini berkewarganegaraan Indonesia. Dia memulai karier sepak bolanya di tanah kelahirannya, Belanda, bersama klub Go Ahead Eagles sebelum memutuskan untuk mengabdikan diri di negeri yang ia cintai, Indonesia.
Kehadiran Diego Michiels di Indonesia dimulai dengan bergabung bersama Pelita Jaya pada 2011. Dalam waktu singkat, ia menjadi sosok penting di lini pertahanan tim.
Diego Michiels bermain dalam 26 pertandingan bersama Pelita Jaya, mencatatkan 1 gol dan 3 assist.
Performa impresif ini menarik perhatian Sriwijaya FC (2013-2014). Semusim kemudian dia pindah ke Mitra Kukar.
Bersama Mitra Kukar, Diego tampil dalam 58 pertandingan, menyumbangkan 2 gol dan 5 assist. Kontribusinya di lapangan turut membawa tim tersebut beberapa kali melangkah ke babak semifinal dalam berbagai turnamen domestik.
Pada 2016, Diego memulai petualangan baru dengan bergabung bersama Borneo FC. Episode prtama dia bertahan lama hingga 2021.
Liga 1 2021-2022 dia sempat Bergabung kembali ke Arema FC. Namun akhirnya sejak 2022 dia kembali berseragam Borneo FC.
Selama berseragam Borneo FC dia tercatat bermain di 139 laga. Dengan rapor empat gol, empat assist.
Di Liga 1 2023/2024 musim lalu, dia bermain 30 kali bersama Borneo FC. Dengan jumlah menit bermain, 1.800 menit di musim lalu.
idak hanya menjadi andalan di lini belakang, Diego juga dipercaya untuk mengenakan ban kapten, menunjukkan pengaruh besarnya di dalam dan luar lapangan.
Keputusan Diego untuk menjadi warga negara Indonesia pada 2011 membuka jalan bagi karier internasionalnya bersama Timnas Indonesia. Sejak debutnya dalam pertandingan persahabatan melawan Timor Leste, Diego Michiels telah mencatatkan lebih dari 30 caps untuk Tim Garuda.
Meski posisinya sebagai bek tidak banyak mencatatkan gol, perannya dalam menjaga pertahanan tidak bisa dipandang sebelah mata. Statistik mencatat bahwa Diego rata-rata melakukan 3,4 intercept, 2,8 tekel, dan 4,2 clearances per pertandingan, menjadikannya tembok kokoh yang sulit ditembus lawan.
Gaya bermain Diego Michiels dikenal agresif dan penuh determinasi. Sebagai bek kanan, ia tidak hanya tangguh dalam bertahan, tetapi juga kerap membantu serangan dengan umpan-umpan panjang yang akurat. Kepemimpinannya di lapangan membuatnya menjadi salah satu pemain paling dihormati di Borneo FC. Dengan akurasi umpan mencapai 78 persen, Diego juga terbukti efektif dalam menjaga aliran bola di lini belakang.
Kehidupan pribadi Diego juga tidak lepas dari sorotan. Setelah menjadi warga negara Indonesia, ia mengubah namanya menjadi Diego Muhammad bin Robbie Michiels, sejalan dengan keputusannya untuk memeluk agama Islam. Sisi religius Diego sering ia bagikan melalui media sosial, yang menjadi inspirasi bagi banyak penggemarnya.
Dalam kariernya yang panjang, Diego telah membantu Borneo FC meraih berbagai prestasi, termasuk mencapai babak final Piala Presiden. Meskipun belum meraih gelar besar dengan Timnas Indonesia, pengaruh Diego dalam dunia sepak bola Indonesia tidak bisa dipungkiri.
Editor : Niko auglandy