Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Persis Solo Gagal Menang Atas PSIS Semarang di Derby Jateng, Ini Respons Milo di Kekalahan di Liga 1

Mannisa Elfira • Minggu, 18 Agustus 2024 | 06:56 WIB
Gelandang Persis Solo Sho Yamamoto dijegal bek PSIS Semarang di Stadion manahan.
Gelandang Persis Solo Sho Yamamoto dijegal bek PSIS Semarang di Stadion manahan.

RADARSOLO.COM - Kekecewaan menghiasi kubu Persis Solo. Di laga sarat gengsi bertajuk Derby Jateng, Laskar Sambernyawa malah dibekuk PSIS Semarang di Stadion Manahan, Sabtu (17/8) malam.

Dalam laga lanjutan Liga 1 2024/2025, tepatnya di pekan kedua musim ini, Persis Solo menyerah dengan skor tipis 0-1 (0-1).

Set piece menjadi momok persoalan skuad besutan Milomir Seslija kali ini. Terbukti, Laksar Mahesa Jenar (julukan PSIS Semarang) mampu unggul terlebih dahulu via bola mati. Tepatnya lewat cornerkick yang disepak oleh Dewangga (45+1').

Bola yang ditendang centerback PSIS Semarang tersebut sukses menggetarkan jala M. Riyandi. Tepat setelah membentur mistar gawang Persis Solo. Head Coach Persis Solo Milomir Seslija mengklaim ini buntut ketidakdisiplinan pemain.

"Kami kemasukan lewat corner kick, gara-gara salah satu pemain yang kurang disiplin. Kalau mau sukses maka kita harus disiplin," beber Milo -sapaan akrab Milomir Seslija.

Kesalahan individual ini lah yang membuat Laksar Sambernyawa kehilangan poin absolut. Sama seperti saat melawan PSM Makassar di laga perdana Liga 1 2024/2025.

"Kami kehilangan enam poin karena kesalahan individual," ujarnya.

45 menit di babak pertama bond kebanggaan wong Solo tak bisa membuat peluang. Itupun disebutkan Milo. Sulit karena Semarang juga main dengan rapi di pertandingan ini.

"Hari ini memang kesulitan untuk mencetak peluang. Seperti yang dilihat tidak ada yang terjadi di 45 menit pertama karena Semarang cukup main rapi dengan pemainnya di belakang," jelas Milo.

Memasuki paruh kedua, Laskar Sambernyawa mendapatkan sejumlah peluang emas. Termasuk dari set piece. Di menit ke-85, sundulan Ricardo Lima sempat getarkan gawang Adi Satrio.

Namun gol tersebut dianulir, setelah wasit Muhammad Tri Santoso mengecek video assistant referee (VAR). Pemain Persis Solo dinilai terperangkap offiside.

"Kami tidak bisa memaksimalkan peluang. Ini salah satu yang harus kami evaluasi," tambahnya.

Sementara itu, Sutanto Tan mengaku Persis harus bangkit jika mau mendapatkan tiga poin ke depannya. "Ini tidak mudah tapi saya memiliki positif dengan tim ini, saya berharap kita bisa jauh lebih baik dibanding sebelumnya," tambahnya.

Di sisi lain, Pelatih PSIS Semarang Gilbert Agius membeberkan di babak pertama skuadnya memegang posession. Namun tidak banyak cetak peluang.

"Di babak kedua kami banyak ditekan oleh Persis Solo. Saya bangga kepada anak asuh saya karena berjuang sampai menit akhir. Antisipasi bola mati, corner, saya apresiasi itu," ujarnya. (nis/nik)

Editor : Niko auglandy
#persis solo #Dewangga #liga 1 #psis semarang