RADARSOLO.COM – Kendala bahasa yang mengganjal chemistry antarpemain Persis Solo harus segera diurai. Mengingat tujuh legiun asing Persis berasal dari enam negara berbeda. Solusinya, manajemen tim berjuluk Laskar Sambernyawa ini harus segera merekrut penerjemah multibahasa.
Direktur Bisnis Persis Solo Arizal Perdana Putra membeberkan, bahasa menjadi salah satu faktor kegagalan timnya mendulang poin di dua laga awal Liga 1. Kendati demikian, languange barrier ini bukan satu-satunya problematika yang dihadapi.
“Apakah kami tidak melakukan sesuatu? Bukan demikian. Kami sudah mencari interpreter (penerjemah) dan lain sebagainya. Tapi, saat ini agak kesulitan menemukan interpreter yang cocok. Karena pemain kan ada yang pakai bahasa Spanyol dan Portugis. Itu memang agak kurang lazim di liga Indonesia,” kata Rizal kepada Jawa Pos Radar Solo di sela latihan di Stadion UNS, Rabu sore (21/8).
Sembari berbur interpreter yang tepat, manajemen meminta pemain dan tim kepelatihan untuk memaksimalkan sumber daya yang ada.
“Saya bilang ke pemain dan pelatih. Saat belum bisa mendapatkan support atau yang diinginkan, ya harus dimaksimalkan apa yang ada. Bagaimana caranya atau dengan apa, pasti yang sesuai style dari coach Milo (Milomir Seslija). Karena manajemen tidak akan intervensi apa-apa,” tegasnya.
Saat ini, bond kebanggan wong Solo dihuni total pemain impor. Mereka didatangkan dari Swiss, Brazil, Uruguay, Argentina, Jepang, dan Mali.
“Seperti saya utarakan sebelumnya, ada kendala bahas. Setiap tim pasti punya kendala. Jadi harus dicari solusinya. Tapi bukan berarti kami (manajemen) diam saja,” tuturnya. (nis/fer)
Editor : Niko auglandy