RADARSOLO.COM - Banyak peer (pekerjaan rumah) yang harus dibenahi pelatih Persis Solo Milomir Seslija, jelang lanjutan Liga 1 kontra Persija Jakarta di JIS, Sabtu malam (24/8). Salah satunya memperbaiki daya gedor kompartemen lini depan.
Maklum di dua laga awal, barisan penyerang Persis bak macan ompong alias nirgol.Tepatnya saat kalah 0-3 dari PSM Makassar (10/8/2024), dan kalah tipis 0-1 dari PSIS Semarang (17/8).
Situasi ini jadi bahan evaluasi tim kepelatihan jelang laga selanjutnya melawan Persija Jakarta.
Ditemui usai latihan rutin di Stadion UNS, Rabu (21/8), Milo mencoba membenahi kekurangan timnya. Termasuk kesalahan-kesalahan yang tidak perlu, hingga berbuah gol dari lawan.
“Kami latihan taktikal. Memperbaiki beberapa hal yang errors. Sebenarnya saat melawan PSIS Semarang, kami mendominasi. Tapi kami tidak bisa mencetak gol,” ungkap Milo.
Error yang dimaksud Milo, salah satunya kesalahan yang berbuah gol tunggal kemenangan PSIS di Stadion Manahan, akhir pekan lalu. Tendangan penjuru Dewangga langsung menghujam gawang Persis yang dikawal M. Riyandi.
“Pengalaman sebagai pemain dan pelatih, skema kebobolan seperti itu belum pernah saya lihat. Kami melakukan kesalahan. Kami akan membayar itu. Hari ini (kemarin) kami evaluasi,” tegas juru racik asal Bosnia-Herzegovina tersebut.
Ditanya soal adaptasi pemain, Milo berkaca pada chemistry antara David “Roni” Gonzalez dan Moussa Sidibe, musim lalu. Dia mengaku kedua pemain itu butuh waktu adaptasi sekira enam bulan.
“Waktu saya datang, pemain-pemain sudah bersama selama enam bulan. Tapi sekarang, kami punya beberapa pemain baru di first eleven. Ini kali pertama kami latihan dua minggu full. Artinya, akan jauh lebih baik. Memang ini bukan sebuah alasan, tapi pemain perlu adaptasi,” bebernya.
Milo optimistis, laga selanjutnya bakal ada perubahan signifikan di tubuh Laksar Sambernyawa.
“Kami harus raise up. Saya suka pemain sudah banyak berkorban. Pasti akan membuahkan hasil ketika pemain sudah berkorban,” bebernya. (nis/fer)
Editor : Niko auglandy