Persis Solo kalah di Dua Laga Awal Liga 1, Ini Keluh Kesah Manajemen

Mannisa Elfira • Dipublikasikan Jumat, 23 Agustus 2024 | 18:00 WIB
Para pemain Persis Solo berlatih di Stadion UNS, belum lama ini.
Para pemain Persis Solo berlatih di Stadion UNS, belum lama ini.

RADARSOLO.COM — Evaluasi demi evaluasi terus digeber Persis Solo selama mengarungi Liga 1 2024/2025. Bukan karena semata hasil minor di dua laga terakhir yang selalu berbuah kekalahan, yakni kontra PSM Makassar (0-3), dan PSIS Semarang (0-1).

Jauh memandang dari itu, perjalanan Persis yang masih panjang di Liga 1 musim ini, tentu diharapkan Sutanto Tan dkk bisa bangkit dan meraih poin perdananya musi ini di laga selanjutnya.

Direktur Bisnis Tim Persis Solo Arizal Perdana Putra menjelaskan, evaluasi bukan dilakukan ketika mendapat hasil negatif saja. Ketika hasilnya positif atau imbang sekalipun, kubu Persis tetap wajib melakukan evaluasi.

"Karena memang hasil kan akhir dari sebuah proses. Kalau hasilnya positif kan kita lihat apa yang harus dipertahankan, apa juga yang harus jaga, apa juga yang harus perbaiki," terang Rizal -sapaan akrabnya-.

Dia mengakui tetap optimistis Persis bisa bangkit dan keluar dari jurang degradasi kedepannya. Kedepan Persis akan melawan tuan rumah Persija Jakarta di JIS, 24 Agustus. Manajemen berharap head coach Persis Milomir Seslija bisa mengevaluasi pemain, dan bisa bermain lebih baik lagi di laga berikutnya.

"Evaluasi itu bukan karena kemarin dua game hasilnya negatif tiba-tiba manajemen panik, evaluasi, dan sebagainya. Tidak seperti itu. Setiap kami melakukan sesuatu pasti akan ada evaluasi," sambungnya.

Rizal mengungkapkan tidak ada bagian elemen Persis Solo yang ingin tim kebanggaannya ini kalah. Baik itu suporter, pelatih, pemain, staf, hingga manajemen. Pasti semua ingin hasil yang terbaik.

"Tetapi kan ketika hasilnya negatif kan ada peran masing-masing. Termasuk manajemen, pelatih, pemain. Semua akan dilakukan evaluasi setiap game. Bahkan ketika ada momen yang diperlukan sesuatu untuk meeting atau evaluasi pasti dilakukan. Pun ini sudah dilakukan," paparnya.

Di sisi lain, Rizal juga menegaskan bahwa manajemen berkewajiban untuk mendukung Persis untuk perform. Baik secara fasilitas atau hal lainnya.

"Manajemen tidak akan intervensi apa yang dilakukan oleh pelatih. Mau pemainnya siapa, posisinya dimana, strateginya atau taktiknya apa. Itu otorisasi pelatih. Tapi manajemen berkewajiban untuk mensupport apapun untuk tim ini supaya bisa perform. Itu memang kewajiban manajemen," tambahnya. (nis/nik)

Editor : Niko auglandy
persija jakarta persis solo liga 1