RADARSOLO.COM – Penampilan apik Jay Idzes saat menjalani debut dalam laga di Serie A, membawa angin segar bagi Timnas Indonesia jelang penampilan di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Ya, pemain skuad Garuda, Jay Idzes ini berhasil mencetak rekor sebagai pemain Indonesia pertama yang tampil di Serie A.
Penampilan itu dibukukan Idzes setelah menjadi starter bersama Venezia FC saat melawan tuan rumah Fiorentina di Stadio Artemio Franchi, Minggu (25/8/2024) waktu setempat.
Dalam laga yang berakhir imbang tanpa gol, Jay Idzes berhasil menyuguhkan permainan apik dan solid sebagai bek tengah Venezia selama 68 menit sebelum digantikan Michael Svoboda.
Idzes memiliki statistik mengagumkan di pertandingan tersebut. Bahkan, berdasarkan Sofascore, pemain berusia 24 tahun itu menjadi benteng yang kukuh di jantung pertahanan Venezia.
Dia melakukan tiga kali clearance alias sapu bersih, satu kali merebut bola, dan satu kali sukses melakukan tekel bersih.
Statistik impresif itu membuat gawang Venezia berhasil melakukan clean sheet hingga akhir pertandingan.
Selain itu, Idzes juga memiliki catatan impresif lainnya, di mana dirinya sukses mencatat 92 persen dari 52 operan.
Dia juga menang satu kali duel udara dan satu kali sukses melakukan sapuan dari empat percobaan.
Bahkan, andalan skuad Garuda di jantung pertahanan ini nyaris mencetak gol di babak pertama.
Sayang, sepakannya dari luar kotak penalti sedikit melambung di atas mistar gawang Fiorentina.
Fakta itu setidaknya menjadi obat di tengah krisis lini belakang Timnas Indonesia jelang menghadapi Arab Saudi di pertandingan pembuka Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 pada Kamis, 5 September 2024.
Maklum, sejumlah pemain belakang Indonesia mengalami masalah, seperti Justin Hubner yang menjalani hukuman akumulasi kartu, serta Jordi Amat mengalami cedera. Bahkan, Pelatih Shin Tae-yong tak memanggil Elkan Baggott.
Kehadiran Jay Idzes sepertinya dapat menjadi batu karang dalam membendung agresivitas para pemain The Green Falcons, julukan Arab Saudi, dalam pertandingan nanti. (dam)
Editor : Damianus Bram