Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

PON Aceh Sumut 2024: Laga Aceh vs Sulawesi Tengah Diwarnai Pemukulan Wasit, Tim Tuan Murah Maju Ke Semifinal usai Lawan WO

Damianus Bram • Minggu, 15 September 2024 | 15:07 WIB
Mobil ambulan berada di lapangan dalan pertandingan sepakbola putra antara Aceh vs Sulsel di Stadion Dimurthala pada Sabtu, 14 September 2024.
Mobil ambulan berada di lapangan dalan pertandingan sepakbola putra antara Aceh vs Sulsel di Stadion Dimurthala pada Sabtu, 14 September 2024.

RADARSOLO.COM - Laga yang mempertemukan Tim sepak bola putra Aceh dengan Tim sepak bola putra Sulawesi Tengah (Sulteng) diwarnai kericuhan. Dimana sempat terjadi pemukulan wasit oleh pemain Sulteng.

Dalam pertandingan ini Tim Aceh lolos ke semifinal PON XXI Aceh-Sumut setelah menang WO (walkover) atas Sulteng pada partai perempat final yang berlangsung di Stadion Dimurthala, Banda Aceh pada Sabtu (14/9/2024) malam WIB.

Pada pertandingan yang diwarnai kericuhan dan tiga kartu merah ini, Sulawesi Tengah sempat unggul 1-0 terlebih dahulu di babak pertama berkat gol dari Wahyu Alan di menit ke-24.

Lewat skema serangan balik, Wahyu Alan menerima umpan lambung dari tengah lapangan dan lolos dari pengawalan pemain Aceh sebelum melepaskan tendangan di kotak penalti yang gagal dihentikan kiper. Sulteng unggul 1-0.

Aceh coba untuk mengejar ketertinggalan lewat percobaan mereka pada menit ke-33. Tendangan bebas Resi Wahyudi di pinggir kotak penalti gagal membuahkan gol karena berhasil ditepis kiper Sulteng Rexy sebelum dibuang keluar.

Laga sempat terhenti pada menit ke-38 setelah terjadi perselisihan antara pelatih Sulteng dengan staf pelatih Aceh di pinggir lapangan sehingga memicu emosi suporter tuan rumah yang kemudian melempar botol-botol minuman ke lapangan.

Pertandingan kembali dilanjutkan setelah situasi membaik, dengan wasit memberikan tambahan waktu tujuh menit sebelum babak pertama berakhir.

Sulteng berhasil mempertahankan keunggulan 1-0 mereka atas Aceh hingga jeda istirahat.

Dalam posisi tertinggal, Aceh langsung tancap gas di babak kedua. Mereka nyaris mencetak gol pada menit ke-46.

Tendangan bebas Tifatul Ulfi di sisi kiri mengarah langsung ke gawang, tetapi Rexy melakukan penyelamatan bagus untuk mengamankan gawangnya.

Aceh kembali menciptakan peluang pada menit ke-58 lewat aksi Akmal Juanda yang melewati tiga pemain sebelum melepaskan tendangan di kotak penalti. Sayang bola masih melambung tinggi dari gawang.

Aceh terus membombardir pertahanan Sulteng, tetapi upaya tim tuan rumah belum berhasil membobol gawang lawan.

Pada menit ke-74, Sulteng harus bermain dengan 10 pemain setelah wasit mengusir Wahyu Alman karena pemain bernomor punggung 25 itu mengangkat kaki terlalu tinggi saat mencoba membuang bola dan hampir mengenai kepala pemain Aceh.

Lalu Sulteng mulai bertahan dan bermain cukup keras sehingga wasit mengeluarkan banyak kartu kuning dan berujung dua kartu merah lagi.

Saat wasit memberikan kartu merah yang kedua untuk Sulteng yaitu pada menit ke-85 terhadap Moh Akbar terjadi sejumlah protes.

Bahkan sempat terjadi perselisihan selama beberapa menit sebelum wasit memberikan tambahan waktu 13 menit.

Puncaknya kontroversi dalam pertandingan ini terjadi pada menit ke-97 kala wasit memberikan hadiah penalti untuk tuan rumah Aceh. Para pemain Sulteng menganggap, pemain Aceh hanya melakukan diving.

Tidak terima dengan keputusan wasit tersebut, pemain Sulteng bernomor punggung 15 Rizki Saputra tiba-tiba memukul wasit di bagian kepala hingga terjatuh. 

Bahkan wasit sempat mendapatkan perawatan medis sebelum dibawa keluar lapangan dengan mobil ambulan.

Hal ini membuat pendukung tuan rumah kesal dan melemparkan botol ke lapangan. Kericuhan pun sempat terjadi, dan pada akhirnya pertandingan terhenti untuk sementara.

Setelah beberapa menit, pertandingan kembali dilanjutkan. Rizki Saputra mendapatkan kartu merah dari wasit yang menjadi kartu merah ketiga untuk Sulteng. 

Aceh melakukan eksekusi penalti, tetapi Rexy masih bisa melakukan penyelamatan.

Laga masih dalam keadaan skor 0-1. Namun, beberapa saat kemudian, Aceh kembali mendapatkan hadiah penalti.

Wasit memberikan hadiah penalti usai pemain Sulteng dianggap melakukan handball. Akmal Juanda mengambil penalti pun sukses melakukan tugasnya, dan skor menjadi imbang 1-1.

Setelah peluit panjang dibunyikan wasit, laga seharusnya dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu. 

Namun, tim Sulteng memutuskan untuk mengundurkan diri alias walkover (WO) yang membuat Aceh yang dipastikan lolos ke semifinal, sementara Sulteng harus terhenti langkahnya di babak 8 besar.

Di semifinal nanti, tim sepak bola putra Aceh akan menghadapi Jawa Timur yang dijadwalkan berlangsung pada Senin 16 September 2024. (dam)

Editor : Damianus Bram
#PON XXI 2024 #sepak bola #sulawesi tengah #pemukulan wasit #aceh