RADARSOLO.COM - Persis Solo dalam situasi genting. Dalam enam laga yang sudah dijalani di enam laga awal Liga 1 musim ini, Persis baru bisa meraih satu kali kemenangan saat bertemu Madura United.
Selebihnya, Persis lima kali menelan kekalahan, yakni dari PSM Makassar, PSIS Semarang, Persija Jakarta, Persebaya surabaya, dan Persik Kediri. Sontak situasi ini membuat tagar #MiloOut mencuat, yang dilontarkan suporter yang meminta Pelatih Persis Solo Milomir Seslija untuk mundur dari tim.
Pasca menelan kekalahan pada laga kontra Persik Kediri yang berlangsung Senin (23/9) lalu di Stadion Manahan, manajemen Persis akhirnya bergerak cepat dengan melakukan emergency meeting dan mengambil alih kendali tim untuk merespons situasi yang ada.
Baca Juga: Pemain Muda Persis Solo Arkhan Kaka Dicoret dari Timnas Indonesia U-20, Ini Kata Indra Sjafri
Pertama, manajemen memberikan libur satu hari untuk pemulihan fisik dan mental para penggawa pasca laga.
Kedua, berdasarkan catatan performa tim pada laga pekan ke-6 manajemen mengambil keputusan untuk menunjuk Yogie Nugraha sebagai caretaker, dengan dukungan penuh dari tim kepelatihan lain bersama Tithan Wulung, Eddy Harto, dan Felipe Chaves.
Saat ini, manajemen bersama caretaker dan jajaran kepelatihan sedang memfokuskan kondisi tim untuk persiapan laga kontra Semen Padang di Stadion Pakansari, karena pada Jumat (27/9) mendatang tim sudah bertolak ke Bogor untuk mengikuti rangkaian pertandingan.
Baca Juga: Tagar #MiloOut Menggema Usai Persis Solo Dipermalukan Persik Kediri di Stadion Manahan
"Klub akan memberikan dukungan sekaligus menaruh kepercayaan kepada segenap tim, dan berharap semua elemen bisa bersinergi dan beriringan untuk memberikan dukungan terbaik bagi Laskar Sambernyawa. Semoga keputusan ini bisa segera mengembalikan Persis kepada performa terbaiknya," tulis pernyataan resmi Persis Solo yang diunggah di website resminya.
Baca Juga: Persis Solo Gagal Menang Atas PSIS Semarang di Derby Jateng, Ini Respons Milo di Kekalahan di Liga 1
Di lain sisi, soal sosok Yogie Nugraha sebagai caretaker, dia resmi masuk tim kepelatihan Persis, Juli lalu.
Pelatih yang pernah menjadi pelatih fisik untuk Timnas Indonesia U-17 ini sudah tidak asing lagi dengan sepak bola Indonesia.
Karir profesional sebagai pelatih dimulai ketika menjadi pelatih fisik bersama Gresik United, Yogie kemudian melanjutkan karirnya sebagai pelatih fisik di Persija Jakarta, dan menjabat sebagai asisten pelatih di Bali United selama 5 tahun.
Di sepanjang karirnya sebagai pelatih, Yogie berhasil mengemas 3 trofi Liga 1 (2017/2018, 2018/2019, dan 2021/2022). Dia juga sudah mengantongi lisensi AFC Pro.
Nah, soal nasib coach Milo, ternyata belum ada penjelasan resmi dari manajemen Persis. Apakah dia dilepas, diistirahatkan, atau kedepannya akan mengisi posisi lain di tim Persis Solo. (nis/nik)
Editor : Niko auglandy