RADARSOLO.COM - Hasil sidang Komite Disiplin (Komdis) PSSI pada 30 September 2024 menunjukkan bahwa sejumlah klub di Elite Pro Academy (EPA) Liga 1 mendapatkan sanksi. PSS Sleman U-16, yang berlaga di EPA Liga 1 2024/2025, dijatuhi hukuman denda sebesar Rp 10 juta.
Sanksi ini terbilang sepele, disebabkan oleh tidak adanya badge kompetisi pada jersey yang digunakan saat pertandingan melawan Borneo FC Samarinda U-16 pada 28 September 2024.
Dalam rapat yang sama, Komdis juga memberikan dua sanksi kepada Borneo FC. Pertama, pemain Tim Borneo FC Samarinda U-18, Andhika Putra Setiawan, mendapat hukuman tambahan berupa larangan bermain satu pertandingan terhitung sejak keputusan ini diterbitkan, serta denda Rp 5 juta.
Baca Juga: Ulah Suporter, Persijap Jepara dan Nusantara United Terkena Sanksi Berat dari Komdis PSSI
Sanksi ini dijatuhkan setelah Andhika menghalangi tim lawan mencetak gol dan mendapatkan kartu merah langsung. Insiden tersebut terjadi saat Borneo FC U-18 bertandang ke markas PSS Sleman U-18 dalam laga perdana EPA Liga 1 2024/2025 pada 28 September 2024.
Di hari yang sama, Tim Borneo FC Samarinda U-20 juga dikenakan sanksi. Dalam laga perdana mereka di EPA Liga 1 2024/2025 melawan PSS Sleman U-20, Borneo FC U-20 melakukan pelanggaran sesuai regulasi yang berlaku, dengan lima pemainnya menerima kartu kuning.
Akibat pelanggaran ini, Komdis PSSI memutuskan untuk mengenakan denda sebesar Rp 5 juta kepada Borneo FC U-20.
Dari hasil rilis resmi PSSI setelah sidang Komdis pada 1 Oktober 2024, tim PSIS Semarang U-16 juga mendapatkan hukuman, yakni sanksi kalah 0-3 dari Arema FC U-16. Pelanggaran yang dilakukan adalah menyebabkan pertandingan tidak dapat dilaksanakan (bukan karena alasan force majeure).
Kejadian ini berlangsung dalam agenda kompetisi EPA Liga 1 2024/2025, yang seharusnya digelar antara Arema FC U-16 dan PSIS Semarang U-16 pada 28 September 2024.
Sanksi ini menegaskan pentingnya disiplin dan kepatuhan terhadap regulasi dalam dunia sepak bola, terutama di level junior yang sedang berkembang. (nik)