RADARSOLO.COM - Berbagai kesiapan coba dilakukan Persis Solo untuk memperbaiki performa di awal kompetisi Liga 1 2024/2025. Bukan hanya faktor teknis di lapangan saja, melainkan juga di luar lapangan.
"Kemarin kami sudah melakukan beberapa hal yang memang belum sempat terjadi di musim lalu. Yakni kami memberikan kelas yang dilakukan oleh seorang psikolog olahraga atau sports psychology," beber Abud -sapaan akrab Manajer Persis Solo Chairul Basalamah- kepada Jawa Pos Radar Solo, Kamis (17/10).
Kelas yang diikuti oleh para pemain bond kebanggaan wong Solo ini berlangsung cukup menarik. Abud juga menyatakan bahwa kelas dengan sports psychology tersebut bisa berjalan lancar dan baik.
"Kelas ini tujuannya untuk meningkatkan komunikasi, memperbaiki komunikasi, juga kekompakan tim," sebut eks manajer Persebaya Surabaya itu.
Ini merupakan salah satu persiapan sebelum kompetisi dilanjutkan kembali. Seperti diketahui, para kontestan Liga 1 mendapat jeda libur internasional imbas dihelatnya FIFA Match Day di Oktober ini.
Setelah jeda, Persis bakal meladeni salah satu raksasa Liga 1. Siapa lagi jika bukan jawara regular series 2023/2024, Borneo FC. Kedua kubu bakal bersua pada pekan ke-8 di Stadion Manahan, 19 Oktober mendatang. "Persiapan menuju Borneo, kami sudah berusaha yang terbaik. Kami sudah siapkan tim untuk lawan Borneo, intinya kami siap," tegas Abud.
Borneo bukan tim yang mudah dikalahkan nantinya. Bagaimana tidak? Kondisi kedua kubu berbalik. Persis Solo tengah terpuruk, sementara tamunya Borneo FC sedang di atas angin.
Menilik catatan di atas kertas, bond kebanggaan wong Solo tampak sedikit inferior. Bagaimana tidak? performa Laskar Sambernyawa terbilang angin-anginan. Dari tujuh pertemuan terakhir, Persis baru sekali imbang dan menang. Sisanya mereka selalu menelan pahitnya kekalahan.
Sebaliknya, skuad besutan Pieter Huistra belum terkalahkan. Pada tujuh pertemuan terakhir, Stefano Lilipaly dan kawan-kawan menjegal lawannya sebanyak empat kali dan imbang tiga kali. (nis/nik)
Editor : Niko auglandy