RADARSOLO.COM - Sepulangnya dari China, Adinda Resti Widayati kembali unjuk gigi di kompetisi sepak bola antar SD di Lapangan Kotabarat, Sabtu (19/10).
Sebagai pengingat, Dinda sempat dipanggil oleh Timnas Pelajar BLISPI Indonesia U-12. Skuad Merah-Putih bersaing di turnamen reguler Piala Global Wanita UYC ke-2. Agenda tersebut dilangsungkan di Dingdan, Kota Ganzhou, Jianxi, China pada 21-23 Agustus kemarin.
"Dapet pengalaman yang penting. Bisa lawan antar negara, bisa dapat temen-temen baru, bisa dapet ke luar negeri, dapet kenangan, senang sekali," ujar Dinda kepada Jawa Pos Radar Solo saat ditemui di Lapangan Kota Barat.
Dinda dan Timnas berkesempatan melawan negara-negara lain. Sebut saja, tuan rumah China, Jepang, hingga Tanzania. Hasilnya pun beragam. Ada yang kalah, menang, juga seri.
"Senang sih, walaupun ada seri, menang, dan kalah. Tapi tetap semangat lagi. Untuk yang menang lawan China sama Jepang," sambung adik eks pemain Persis Women, Dian Cahya tersebut.
Pengalaman dari China dibawa ke Indonesia. Termasuk saat Dinda membawa sekolahnya, SD Tempel Surakarta di Milklife Soccer Challenge-Solo Seri 2 2024. Baginya, seri ini lebih menantang dibanding seri sebelumnya.
"Karena lawannya juga latihan terus. Kami juga harus latihan lebih giat lagi," paparnya.
Sejauh ini, Dinda telah melesatkan 13 bola ke sarang lawan. Sempat jadi topskor di seri 1, Dinda mengaku tak terlalu berambisi untuk title tersebut. Baginya, itu hanya bonus.
"Maunya jadi best player tapi kata bapak, tidak usah ngejar best player atau topskor. Itu hadiah. Terpenting timnya menang dulu. Jadi (pesannya) jangan serakah-serakah," ucap Dinda.
Sementara itu, antusiasme siswi Solo Raya terhadap sepakbola kian membara. Terbukti banyaknya peserta yang berani mengolah ‘si kulit bundar’ hingga mengikuti kompetisi.
“Peserta di kota Solo meningkat 113 persen sehingga banyak siswi-siswi yang baru berpartisipasi pada seri kedua ini. Keikutsertaan mereka membuka peluang lebih lebar untuk menemukan talenta pesepak bola putri yang akan menjadi bagian dari masa depan sepak bola Indonesia. Kami sangat optimistis dengan konsistensi penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge, atlet berkualitas akan lahir,” ujar Program Director Agenda Teddy Tjahjono. (nis/nik)
Editor : Niko auglandy