Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Dari Soeharto, Joko Widodo, hingga Gibran Sempat Ikut Besarkan Nama Persis Solo, Ini Kisahnya

Niko auglandy • Minggu, 27 Oktober 2024 | 17:00 WIB
Soeharto, Gibran Rakabuming Raka, dan Joko Widodo.
Soeharto, Gibran Rakabuming Raka, dan Joko Widodo.

RADARSOLO.COM - Sepak Bola tak bisa dipisahkan bagi kehidupan masyarakat di Kota Solo. Banyak tokoh, ternyata secara langsung atau tidak, ikut mencintai klub Persis Solo. Beberapa diantaranya malah ikut mengembangkan tim ini.

Saat ini Indonesia dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka. Keduanya akan memimpin Indonesia untuk periode 2024-2029.

Di dunia olahraga, Prabowo masih tercatat sebagai ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI).

Di sepak bola, Prabowo kerap terlibat dalam berbagai turnamen pembinaan. Diantaranya seperti turnamen Liga Bola Rakyat (Libra) 2023 hingga Nusantara Open 2022 dan 2023.

Tapi kalau bicara soal Persis Solo, tentu sosok Gibran yang paling melekat.

Pada 2019 dia bersama Erick Thohir sempat mau membeli saham Persis Solo dari tangan Sigid Haryo Wibisono (SHW) sebagai owner, yang saat itu memang berkeinginan untuk melepas tim ini. Namun ending-nya, SHW melepas saham Persis ke Vijaya Fitriyasa.

Namun rezeki tak akan kemana, pada 2021 karena efek pandemi Covid-19, Vijaya akhirnya menjual saham Persis Solo. Yang menariknya akhirnya dibeli trio pengusaha, Erick Thohir, Kaesang Pangarep, dan Kevin Nugroho.

Gibran akhirnya meminta sang adik, yakni Kaesang untuk berkolaborasi dengan Erick Thohir dan Kevin untuk membeli saham dan mengelola Persis Solo. Ini dilakukan, mengingat saat itu Gibran sudah jadi wali kota Solo.

Walau tidak secara langsung mengelola Persis, namun Gibran diindikasikan ikut berperan di balik layar dalam kesuksesan Persis secara tidak langsung. Khususnya terkait beberapa kebijakan yang dibuatnya.

Saat jadi Wali Kota Solo, 2022 silam, Gibran Rakabuming Raka berkunjung ke Korea Selatan. Hadir dalam rangka perayaan 50 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Korea Selatan.

Dalam perayaan hubungan diplomatik tersebut akan ada kolaborasi dengan Hyundai untuk desain mobil listrik. Yang mana ada corak barik di dalamnya. Karena kerja sama ini ikut berimbas dalam dunia sepak bola.

Yang mana tahun lalu klub Jeonbuk Hyundai Motors datang ke Kota Bengawan untuk bertanding melawan Persis Solo di Stadion Manahan.

Peran besar Gibran dan Kaesang dalam mengembangkan Persis, ternyata mengikuti jejak orang tua, yakni Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Yang mana saat masih menjabat sebagai wali kota Solo, Jokowi secara tidak langsung juga ikut men-support eksistensi Persis.

Sebelum menjabat sebagai AD1, Persis Solo terseok-seok di kasta ketiga liga Indonesia saat itu, yang kala itu masih bernama Divisi II. Namun bak roket yang melaju kencang, Persis naik kasta terus di dua tahun Jokowi memimpin Solo.

Mulai dari promosi dari Divisi II 2005 ke Divisi I 2006, hingga akhirnya Persis promosi lagi dari Divisi I 2006 ke Divisi Utama 2007. Kala itu Divisi Utama masih jadi kasta tertinggi di Liga Indonesia. Jokowi ikut jadi sanksi Persis saat jadi runner up Divisi I. Jokowi rutin menonton langsung ke stadion saat Persis berlaga saat itu.

Perhatian Gibran, Kaesang, maupun Jokowi ke Persis Solo memang cukup besar. Tapi jika kita menelusuri jejak yang lebih jauh ke belakang, ternyata Presiden ke-2 Indonesia, yakni Soeharto juga pernah jadi bagian dari keluarga besar Persis Solo.

Bahkan dia ikut masuk dalam jajaran pengurus Persis Solo. Tepatnya di era 1950an. Jejaknya masih bisa terlihat dalam sebuah foto yang dipajang di Stadion Sriwedari. Soeharto saat itu menjabat sebagai wakil ketua I Persis Solo. Kantor Persis Solo saat itu masih berada di Balai Muhammadiyah. Saat itu Soeharto masih berstatus tentara.

Di era Soeharto, Persis Solo juga masih disegani. Bahkan di era 1950an, Persis beberapa kali lolos hingga ke Kejurnas PSSI yang saat itu jadi nama kasta tertinggi di Liga Indonesia di era perserikatan saat itu. Sayangnya Persis selalu gagal jadi juara. Secara silih berganti Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, dan PSM Makassar selalu jadi kampiun. 

Tentu kita patut bangga, bahwasanya ada presiden dan wapres Indonesia yang sempat menjadi bagian dari eksistensi kesuksesan perjalanan Persis Solo di liga Indonesia. (nik)

 

 

 

Editor : Niko auglandy
#gibran #soeharto #persis solo #joko widodo