RADARSOLO.COM - Pada 24 dan 25 Oktober 2024, Komite Banding PSSI menggelar sidang penting yang menghasilkan sejumlah keputusan terkait sanksi bagi klub dan individu yang terlibat dalam pelanggaran disiplin. Hasil sidang ini menjadi sorotan penting bagi dunia sepak bola Indonesia, terutama bagi klub-klub yang terlibat.
Dalam sidang pada tanggal 24 Oktober, perhatian tertuju kepada Panitia Pelaksana Pertandingan Klub Persela Lamongan. Mereka dikenakan sanksi oleh Komite Disiplin PSSI karena gagal menjaga ketertiban dan keamanan.
Awalnya, keputusan tersebut melarang Persela menyelenggarakan pertandingan dengan penonton sebanyak empat kali saat menjadi tuan rumah, disertai denda sebesar Rp 10.000.000.
Namun, setelah melalui proses banding, Komite Banding PSSI mengubah keputusan tersebut. Mereka memutuskan bahwa Persela hanya dilarang menyelenggarakan dua pertandingan dengan penonton, tetapi tetap dikenakan denda yang sama.
Selanjutnya, pada 25 Oktober, sidang berlanjut dengan memfokuskan perhatian pada beberapa pelanggaran dari pemain dan ofisial Dadang Apridianto, seorang pemain dari Tim Persiraja Aceh, mendapatkan sanksi berat akibat tingkah lakunya yang buruk terhadap perangkat pertandingan.
Komite Disiplin awalnya menjatuhkan larangan bermain selama enam bulan dan denda sebesar Rp 25.000.000. Namun, dalam sidang banding, keputusan tersebut tetap dikuatkan.
Komite Banding PSSI juga menjatuhkan sanksi kepada Panitia Pelaksana Pertandingan Klub Persiraja Banda Aceh, yang mengalami pelanggaran serupa dengan Persela. Dengan situasi yang hampir identik, mereka juga dikenakan larangan menyelenggarakan dua pertandingan dengan penonton dan denda Rp 10.000.000.
Terakhir, Iswahyudi, ofisial Tim Persiraja Aceh harus menghadapi konsekuensi serius akibat tindakannya yang dianggap memancing kebencian dan kekerasan.
Awalnya, dia dijatuhi skors larangan berpartisipasi dalam pertandingan selama 12 bulan dengan denda mencapai Rp 37.500.000. Namun, setelah banding, keputusan tersebut direvisi menjadi larangan berpartisipasi dalam semua aktivitas sepak bola selama satu tahun, dengan denda yang dikurangi menjadi Rp 25.000.000.
Keputusan-keputusan ini menunjukkan komitmen PSSI dalam menjaga integritas dan disiplin di dunia sepak bola, sekaligus menjadi pengingat bagi klub dan individu untuk selalu bertindak sesuai dengan etika olahraga. Dengan sanksi yang dijatuhkan, diharapkan akan ada peningkatan kesadaran akan tanggung jawab dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama pertandingan. (nik)