RADARSOLO.COM – Persis Solo sedang berada dalam sorotan tajam atas performanya di awal musim di Liga 1 2024/2025. Bagaimana tidak? Eduardo Kunde dan kawan-kawan masih berkutat di papan bawah hingga pekan ke-9. Tepatnya kini ada di posisi ke-15 dari 18 peserta.
Dari 9 laga, Persis hanya bisa mendulang 7 poin, dengan rapor dua kali menang, sekali seri, dan enam kali menderita kekalahan tragis. Posisi Persis hanya unggul dari Madura United (6 poin), PSS Sleman (5 poin), dan Semen Padang (4 poin) di zona degradasi.
Harapan untuk bisa juara musim ini, sepertinya mulai teratas tipis bisa digapai. Bagaimana tidak, Persis kini tertinggal jauh dari Bali United yang jadi capolista dengan raihan 20 poinnya.
Tidak salah jika cibiran mulai mendera kubu Persis, yang dilontarkan oleh para pendukungnya. Terlebih kekalahan 0-3 atas Bali United pekan lalu, dirasa jadi sebuah kekhawatiran jelang menatap laga selanjutnya melawan PSS Sleman di Stadion Manahan, 3 November mendatang.
"Awal musim yang cukup menantang tapi memilih untuk tidak menyerah. Sakjose," tulis gelandang Persis Solo Sutanto Tan di akun Instagram pribadinya (@sutantoo).
Begitu pula motivasi yang dilontarkan kiper utama Persis Muhammad Riyandi. Dia menyebut bahwa game sebelumnya memang cukup berat dijalani bagi rekan-rekannya, namun hal tersebut tak menyurutkan motivasi untuk bisa bangkit di laga selanjutnya.
"Tough game, but we move on (Pertandingan yang sulit, tapi kami terus maju)," tulis Riyandi (@m.riyandi_1).
Sementara itu, karteker Persis Solo Yogie Nugraha mengklaim kekalahan yang diderita Persis di beberapa laga terakhir adalah kesalahannya. Dia enggan menyalahkan pemain, yang diakuinya sudah berjuang sebaik mungkin di lapangan.
"Liga masih panjang. Semua tergantung kami juga. Kami hanya berpikir positif untuk tim kami sendiri," tutur Yogie.
Banyak catatan evaluasi yang harus diselesaikan tim kepelatihan. Semua lini perlu berbenah, termasuk kompartemen di sektor belakang. Persis merupakan tim dengan kebobolan terbanyak keempat di Liga 1 saat ini. Jala Persis yang dijaga riyandi dan Gianluca Pandeynuwu sudah dibobol lawan sebanyak 14 kali.
Begitu pula lini tengah dan depan. Sejauh ini, Moussa Sidibe merupakan salah satu penyumbang terbanyak Persis Solo dengan empat gol dan tiga assist. Namun, penyerang Persis Solo lainnya masih perlu membuktikan diri.
Ambil contoh Ramadhan Sananta. Kedatangan Sananta di tim memang cukup krusial. Namun catatannya masih belum terlalu mentereng. Sudah tampil sembilan kali, bomber muda berusia 21 tahun tersebut baru mencatatkan satu gol dan satu assist.
Begitu pula Karim Rossi. Striker impor asal Swiss tersebut baru membukukan dua gol bersama Laskar Sambernyawa. Catatan yang belum puas, mengingat dia sudah bermain delapan laga, dan statusnya adalah pemain asing di tim ini. (nis/nik)
Editor : Niko auglandy