Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Persis Solo Belum Move On dari Messidoro, Hanafing: Tidak Ada Yang Kreatif di Tim

Mannisa Elfira • Senin, 4 November 2024 | 23:24 WIB
Dua pemain Persis Solo Sho Yamamoto dan Karim Rossi dijegal pemain PSS Sleman di Stadion Manahan, Minggu (3/11).
Dua pemain Persis Solo Sho Yamamoto dan Karim Rossi dijegal pemain PSS Sleman di Stadion Manahan, Minggu (3/11).

 

RADARSOLO.COM Minimnya kreativitas punggawa Persis Solo disoroti sang pelatih, yakni  Muhammad Hanafing. Debutnya dia mengawal tim ini, ternyata berakhir dengan kekecewaan. Di mana Laskar Sambernyawa kalah dari sang tetangga, yakni PSS Sleman dengan skor 0-2 di Stadion Manahan, Minggu (3/11) malam.

Dalam pertandingan pekan ke-10 Liga 1 tersebut, Hanafing sejatinya hanya duduk di bench. Sesekali dia berbincang dan berdiskusi dengan asisten pelatih Tithan Wulung Suryata. Sementara pelatih yang mengarahkan pemain di pinggir lapangan tetap dipegang oleh Yogie Nugraha yang sebelumnya jadi karteker di tim Persis.

Usai laga, Hanafing membeberkan bahwa permainan Persis memang kurang kreatif sepanjang jalannya pertandingan. Apesnya juga, Persis kalah lewat set piece yang berhasil dimaksimalkan oleh sang tamu.

"Persis Solo dulu punya pemain yang hebat, yakni (Alexis) Messidoro. Bahkan Messidoro pernah saya tawarkan, ambil Persebaya. Dia pasti moncer (jika masih ada di tim ini). Dia (Messidoro) pemain yang kreatif, tadi saya lihat tidak ada yang kreatif (di skuad Persis musim ini, Red)," tutur Hanafing.

Ya, sedikit flashback, Messidoro musim ini hengkang ke Dewa United.  Bersama Persis Solo, selama dua musim Messidoro bermain 67 kali dengan catatan 14 gol, dan 21 assist. Jadi cukup wajar jika Persis cukup kehilangan.

Saat ini peran pengatur serangan jadi tugas Sho Yamamoto. Sayang gelandang serang asal Jepang ini beberapa kali bermain kurang baik. Bahkan gol kedua PSS terjadi karena blunder dia.

Dari kursi pelatih, Hanafing melihat tak ada pemain nomor enam di Persis Solo. Menurutnya, tak ada yang bisa menyuplai bola. Pergerakan bola selalu terlambat, sementara PSS menerapkan compact defend.

"Lawan kalau defending (nya kuat), sirkulasi bolanya harus cepat. Kalau tidak, akan tertutup (pertahanan lawan, Red)," sambung pelatih berusia 61 tahun tersebut.

Kendati demikian, Hanafing mengaku belum terlambat bagi Persis Solo untuk memperbaiki performanya. Karena ini masih 10 match awal. Masih ada waktu untuk berbenah. (nis/nik)

Editor : Niko auglandy
#persis solo #liga 1 #Hanafing