Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Ultras 1923 dan Surakartans Meminta Beberapa Nama Keluar dari Persis Solo: Ini Sosoknya dan Alasannya

Mannisa Elfira • Selasa, 5 November 2024 | 01:00 WIB
Manajer Persis Solo Chairul Basalamah
Manajer Persis Solo Chairul Basalamah

RADARSOLO.COM - Performa Persis Solo di Liga 1 musim ini memang memilukan, dan membuat pendukungnya resah.

Dari 10 laga yang sudah dijalani, Persis masuk bisa meraih poin dari dua kali menang dan sekali seri. Sisanya Laskar Sambernyawa babak belur dengan merasakan tujuh kali kekalahan.

Minornya catatan Laskar Sambernyawa bikin suporter geleng kepala, terlebih usai kalah di rumah sendiri melawan PSS Sleman 0-2 di Stadion Manahan, Minggu pagi (3/11)

Perwakilan Ultras 1923 Beto mengakui, suporter memang tidak paham taktik dan teknis bermain bola, tapi suporter cukup mengerti perbedaan antara permainan yang bagus dan buruk.

"Kami juga menyoroti komposisi tim yang begitu banyak diganti oleh Abud (Manajer Persis Solo Chairul Basalamah) dan Rizal (Direktur Bisnis Persis Solo Arizal Perdana Putra) kala itu (di awal musim). Pergantian pemain yang kami nilai tidak lebih baik daripada pemain yang ada musim kemarin. Bisa dibilang lebih buruk, jika melihat hasil Persis sejauh ini," jelas Beto.

Dengan tegas, Beto menyatakan tabungan 7 poin dari 10 laga yang dijalani, tentu jadi catatan yang terbilang memalukan di mata suporter. Mereka yang berdiri di dalam manajemen tim, suporter menilainya sangat tidak layak mengenakan atribut dengan lambang Persis di dada.

"Dengan kata lain, kami minta Rizal, Yogie, dan Abud out dari Persis," tegas Beto.

Setali tiga uang, elemen pendukung Persis Solo lainnya, yakni Surakartans juga mendesak Chairul Basalamah alias Abud untuk mundur dari jabatan manajer tim. Permintaan tersebut langsung dilontarkan di depan mess Persis Solo, Minggu (3/11) malam.

"Tepat setelah laga, Surakartans merespons dengan menduduki mess dan meminta Abud untuk bertanggung jawab atas hasil buruk Persis," ungkap ADITH, perwakilan Surakartans.

"Ratusan suporter menunggu kedatangan pemain dan akhirnya dapat menyampaikan secara langsung ke Abud selaku manajemen. Tuntutannya, Abud dan gerbongnya harus mundur sebagai bentuk tanggung jawab," lanjutnya.

Tak berhenti di sana, Campus Bois 1923 juga melakukan aksi pasca Persis Solo bertekuk lutut atas Laskar Sembada. Para mahasiswa pecinta Persis Solo tersebut memasang sejumlah banner yang bertuliskan "Buang Benalu pada Tempatnya 1x24 Jam" dan "Where Are You Boss? Love Persis, Hate Management".

"Ini untuk merespons kekalahan semalam, teman-teman bergerak mendesak adanya pertanggungjawaban dari pihak Persis dengan memasang banner di depan mes," jelas ADITH. (nis/nik)

Editor : Niko auglandy
#surakartans #persis solo #Ultras 1923 #liga 1