RADARSOLO.COM – Pertarungan student athlete pada 48th Asian Schools Football U-18 Championship (ASFC) 2024 semakin seru. Di hari ketiga (5/11), Timnas Pelajar Indonesia menjajal kekuatan China di Stadion UNS. Laga ini harus berakhir dengan skor kacamata.
Hasil ini tentu jadi catatan besar buat wakil Indonesia, mengingat di laga perdananya (4/11), tim pelajar Merah Putih juga bermain imbang dengan tim Central Java dengan skor 1-1, Senin (4/11). Dalam ajang ini, Indonesia mengirimkan dua wakil.
Meski kembali gagal menang, Pelatih Kepala Tim Pelajar Indonesia Andri Ramawi mengaku permainan timnya lebih meningkat ketimbang pertandingan pertama. "Secara performa, menurut saya lebih baik dibanding kemarin (saat melawan Central Java)," ujar Andri kepada Jawa Pos Radar Solo usai laga.
Kendati demikian, ada hal yang digaris bawahi Andri. Yakni, finishing atau penyelesaian akhir. Pada pertandingan kedua, Indonesia punya banyak peluang. Sayang belum ada yang bisa terkonversi menjadi gol.
"Problem kamu di sana. Ada beberapa peluang, kemarin lawan Central Java masalahnya di finishing. Hari ini juga beberapa menjadi skor atau gol juga tidak terjadi. Memang ada masalah di sana," tambahnya.
Yang tak kalah penting adalah masalah kondisi. Dengan sistem pertandingan yang dijalankan, kondisi menjadi tantangan berat bagi kontestan.
"Untuk pertandingan kedua secara kondisi tidak 100 persen. Karena kami baru main kemarin di siang hari, lalu sekarang main jam 1," tutur Andri.
"Kalau sistem ini bicara soal kondisi. Bagaimana kita membuat kondisi main lagi besok. Karena sejatinya sudah tidak ideal. Yang harusnya minimal recovery 2-3 hari. Ini sama sekali tidak ada recovery," sambungnya.
Tantangan tak berhenti di sana. Indonesia harus pintar-pintarnya melihat plus menganalisis lawan. Analisa ini akan berpengaruh pada siapa saja yang akan main di laga tersebut.
"Terdekat lawan Malaysia. Kalau dilihat karakteristik hampir sama dengan Central Java. Tidak ada yang menonjol tapi mereka bicara taktikal, sistem. Mereka rapat, mengandalkan counter attack. Ini akan coba kami antisipasi," tegasnya.
Sementara itu kejuaraan ini diikuti peserta dari China, Thailand, Malaysia dan dua tim dari tuan rumah Indonesia. Turnamen ini dilaksanakan 1-9 November, dengan sistem round robin.
Pada hari pertama (3/11) wakil Indonesia, yakni Central Java kalah telak 2-6 dari Thailand. Di pertandingan selanjutnya Malaysia ditahan seri 3-3 oleh China.
Sementara hari kedua (4/11), ada dua laga yang berakhir imbang. Thailand melawan Malaysia berakhir imbang dengan skor kacamata (0-0), sedangkan dua wakil Indonesia, yakni Timnas Pelajar Indonesia vs Central Java mengakhir laga dengan hasil seri 1-1. (nis/nik)
Editor : Niko auglandy