Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Seperti Apa Perjalanan Persis Solo di Tahun Pertamanya, Apakah Benar Berdiri 8 November 1923: Ini Jawabannya

Niko auglandy • Minggu, 10 November 2024 | 19:00 WIB

 

 

Legion (Pura Mangkunegaran), Mars (Abtenaar) Romeo (Kasunanan Surakarta) dan De Leeuw (Buruh Batik Laweyan) mendirikan VVB pada 1923.
Legion (Pura Mangkunegaran), Mars (Abtenaar) Romeo (Kasunanan Surakarta) dan De Leeuw (Buruh Batik Laweyan) mendirikan VVB pada 1923.
 

RADARSOLO.COM - Persis Solo merayakan ulang tahunnya setiap 8 November, termasuk 2024 ini yang genap berusia 101 tahun.  

Dalam penelusuran sejarah yang dilakukan oleh Redaktur Olahraga Jawa Pos Radar Solo Nikko Auglandy Urdiyan melalui ribuan arsip yang ditelusurinya ditemukan jawabannya bahwa Persis sudah eksis jauh sebelum 8 November 1923.

Catatan tertua tentang kelahiran Persis ditemukan Radar Solo dari koran lokal milik organisasi Budi Utomo, yakni Darmo Kondo. Pada terbitan edisi 31 Maret 1923, dalam artikel berjudul “Njatalah Madjoe”.

Darmo Kondo mewartakan klub Remeo, Legion, De Leeuw, dan Mars mendirikan sebuah klub bernama Vorstenlandsche Voetbal Bond (VVB). Seperti diketahui awalnya Persis didirikan dengan nama Vorstenlandsche Voetbal Bond atau VVB. Nama Persis baru dipakai mulai 1933 hingga hari ini.

Remeo adalah klub bentukan Kasunanan Surakarta yang sudah eksis sejak 1908. Lalu Legion sering berlatih di Pura Mangkunegaran.

Sementara De Leeuw zaman dulu bermaterikan buruh di Kampung Batik Laweyan, sedangkan Mars bermaterikan seorang ambtenaar atau pegawai negeri Zaman Hindia Belanda.

Dalam beberapa literasi dituliskan bahwa konseptor terbentuknya VVB ada beberapa sosok, mulai dari  pengurus tim Romeo, bernama R. Ng. Reksodiprojo. Selain dia ada sosok Sutarman, dan Sastrosaksono dari klub Mars.

Usai mendirikan VVB, empat klub pendiri menggelar pertandingan di Alun-Alun Selatan, 7-13 April 1923. Mars vs DOM Jogja, Romeo vs DED Jogja, De Leeuw vs Pasoepati Jogja, dan Legion kontra Hizboel Waton Jogja. Digelar juga laga Mokis Klaten vs VVD Semarang, Solo Bond vs VVD Semarang, dan Solo Bond vs Rest Solo.

Selain laga pertandingan sepak bola ini, pengurus juga menggelar rapat untuk membahas semua yang berkaitan demi kemajuan organisasi sepakbola di Kota Solo. Mulai dari keanggotaan, hingga soal transaksi penjualan tiket. Perkembangan sepakbola saat VVB baru terbentuk, memang terlihat langsung bagus progresnya.

VVB didirikan untuk menjadi ruang giat kaum pribumi di Kota Solo untuk bisa bermain sepak bola yang lebih terorganisir. Menariknya lahirnya VVB secara tidak langsung juga membuat beberapa pihak iri. Pada Juni 1923, Solosche Voetbalbond atau SVB didirikan untuk tandiri VVB.

Koran berbahasa Belanda, De Nieuwe Vorstenlanden mewartakan asosiasi klub sepak bola ini dibentuk orang Eropa dan China yang ada di Kota Solo.

“Banyak yang tak terlalu mendengarnya (kehadiran SVB usai didirikan, Red), namun kompetisi seri perdana sudah diadakan. Ada beberapa rapat juga digelar, sebagian besar pertamuan dihadiri sangat kurang anggota, bahkan beberapa kali harus ditunda,” tulis De Nieuwe Vorstenlanden.

Baca Juga: Persis Solo On This Day, 10 Juli 1937: Tim Gabungan Solo-Jogja Bernama PSSI Vorstenlanden Tanding di Tasikmalaya, Kakak Penyanyi Gesang Ikut Main

Kalah pamor, mungkin itu bisa menggambarkan soal persaingan SVB dengan VVB. VVB saat itu hampir rutin menggelar pertandingan di alun-alun. Situasinya selalu menyita perhatian masyarakat.

Demi membuat suasana lapangan hijau di Kota Bengawan lebih berwarna, pengurus VVB mulai sering mendatangkan beberapa klub dari luar kota. Mereka diundang untuk bertanding melawan tim lokal di Solo.

Seperti pada Agustus 1923, VVB mendatangkan klub dari Jogja, Klaten, Semarang dan Madiun. Menariknya hasil bersih laga amal ini disisihkan untuk para veteran.

Selain arsip koran lawas yang jadi saksi eksistensi Persis di awal terbentuknya, ternyata Jawa Pos Radar Solo menemukan satu barang berharga lainnya yang memperjelas perjalanan Persis menuju usianya yang ke 1 tahun.

Di Balai Persis terdapat sebuah piala kecil berbentuk seperti sebuah cangkir yang berusia paling tua dari puluhan piala yang ada di dalam lemari bertingkat tiga tersebut. Di badan piala tersebut masih terlihat jelas pahatan bertuliskan “Klaten 3-9-23” serta “1898-1923” di dindingnya.

 Jika merujuk tanggal di sana, besar kemungkinan piala ini diberikan pada acara puncak pertandingan sepakbola yang digelar saat tanggal 3 September 1923. Piala ini jadi bukti eksistensi tertua Persis yang masih bisa ditemui.

Informasi menarik lainnya, ternyata nama VVB juga ikut mencatatkan diri sebagai pelopor lahirnya sebuah perkumpulan bernama “Comite Penolong Kesengsaraan Oemoem” yang disahkan pada 23-24 November 1923.

Selain VVB, perwakilan yang hadir ialah Solosche Muziek Vereeniging, JPO, Jatnosidajo, ODT, BSV, Krido Watjono, Ardjoeno, Hizboel Waton, dan Jong Java. Perkumpulan ini berdiri dimaksudkan untuk memikirkan federasi berazas menolong pada kesengsaraan umum.

Persis ikut membuat langkah dengan aktif menggelar pertandingan, yang hasilnya didonasikan, salah satunya untuk dunia pendidikan.

Di lain sisi, pasti ada yang pertanyaan apa yang terjadi dengan VVB pada 8 November 1923?. Jawa Pos Radar Solo, belum menemukan secara pasti arsip yang menuliskan kisahnya secara nyata dalam koran yang terbit di masa tersebut tentang kejadian VVB pada 8  November 1923.

Terkait cuilan potongan koran berbahasa Belanda yang menuliskan VVB berdiri 8 November 1923 yang muncul di media sosial, Radar Solo sudah menemukan full 1 halamannya. Narasi informasinya dan bentuk halaman serupa, sayangnya tak ada kata “8 November 1923” sama sekali dituliskan.

Cukup aneh pastinya. Koran yang Radar Solo temukan tersebut adalah Soerabaijasch handelsblad edisi 21 Februari 1935. Koran berbahasa Belanda ini menginformasi ada penggabungan klub dari Jogja dan Solo dengan nama Vorstenlandsche Voetbal Bond.

Di edisi selanjutnya, diketahui klub ini berafiliasi pada federasi bentukan Belanda, yakni NIVB yang di era tersebut jadi saingan PSSI.  

Melihat fenomena ini, Jawa Pos Radar Solo pastikan VVB sudah didirikan kaum pribumi di Solo sebelum 8 November 1923.

Ini karena pada Maret 1923, Juli 1923, Agustus 1923, hingga September 1923 nama VVB sudah dicatat oleh media milik pribumi hingga Belanda di Solo dengan berbagai kegiatan yang dibuatnya.Sebagian besar berupa catatan pertandingan yang dijalaninya. Ini fakta yang tak bisa lagi dikesampingkan. (nik)

 

 

 

Editor : Niko auglandy
#legion #persis solo #Romeo #VVB #De Leeuw #Mars