RADARSOLO.COM - Tidak ada yang mustahil dalam sepak bola. Segala sesuatu bisa terjadi, termasuk saat Timnas Indonesia menjamu Jepang pada lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 Putaran Ketiga di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat (15/11) malam.
Siapakah yang akan menjadi starter pada pertandingan ini? Semua keputusan berada di tangan Head Coach Timnas Indonesia, Shin Tae-yong. Namun, manajemen Laskar Sambernyawa berharap pemain mereka mendapat kesempatan unjuk gigi, termasuk Ramadhan Sananta.
Persaingan di lini serang Timnas Merah Putih memang ketat. Bagaimana tidak? Lini depan dihuni sejumlah nama besar seperti Rafael Struick, Ragnar Oratmangoen, hingga Hokky Caraka. Memperebutkan kepercayaan dari Shin Tae-yong tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan.
Ramadhan Sananta sendiri sempat terpinggirkan bulan lalu. Namanya tidak masuk dalam daftar pemain yang dibawa ketika Timnas melawat ke Bahrain dan China pada Oktober lalu. Sananta juga sudah cukup lama tidak tampil di lapangan bersama Timnas Indonesia. Terakhir kali ia turun adalah saat melawan Vietnam pada Kualifikasi Piala Dunia 2026 Putaran Kedua, 24 Maret silam.
"Sebagai orang Indonesia, tentu saya mendukung 1500 persen. Harapan saya, Sananta bisa bermain," ungkap Manajer Persis Solo, Chairul Basalamah, kepada awak media saat ditemui di Lapangan Banyuanyar belum lama ini.
Harapan serupa juga disampaikan kepada kiper Persis Solo, Muhammad Riyandi. Namun, persaingan di posisi penjaga gawang tidak kalah ketat. Pasalnya, terdapat kiper berkualitas seperti Maarten Paes, serta kiper lokal dari Borneo FC, Nadeo Argawinata, yang juga dipanggil ke Timnas.
"(Muhammad) Riyandi juga kami harap bisa bermain, tetapi kami tahu dia harus bersaing dengan Maarten Paes," lanjut Abud—sapaan akrab Chairul Basalamah.
Meskipun demikian, semua keputusan tetap berada di tangan pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae-yong. Abud menambahkan, baik Sananta maupun Riyandi, yang terpenting adalah mereka bisa memberikan kontribusi bagi Timnas Indonesia, sekecil apa pun itu.
"Yang terpenting adalah kontribusi, sekecil apa pun, untuk negara ini," ujar mantan manajer Persebaya Surabaya tersebut.
Di sisi lain, Abud menegaskan bahwa Laskar Sambernyawa selalu berkomitmen untuk mendukung penuh Timnas Indonesia, termasuk dalam hal mengirimkan pemain-pemain yang dibutuhkan.
"Serius, kami dari Persis tidak pernah ingin menghalangi. Meskipun di tengah kondisi tim yang kurang ideal, kami tetap mendukung. Karena sebenarnya, tujuan akhir dari liga adalah untuk Timnas. Oleh karena itu, kami selalu mendukung," jelasnya.
"Harapannya, mereka bisa sukses dan mendapat kesempatan bermain, serta bisa memberikan kontribusi. Aamiin, semoga bisa mencetak gol. Yang pasti, kami berharap yang terbaik untuk Indonesia," pungkas Abud.
Abud juga merasa optimistis dengan skuad Timnas Indonesia saat ini. Ia menilai, sepak bola adalah permainan yang tidak bisa diprediksi. Catatan di atas kertas tidak selalu menjamin kemenangan.
"Tidak ada yang tidak mungkin di sepak bola, kita bisa saja menang. Saya optimistis, melihat PSSI sekarang timnasnya lebih baik, ada peningkatan," tutupnya. (nis/nik)
Editor : Niko auglandy