RADARSOLO.COM – Jelang lawatan ke Ternate, Persis Solo urung juga mengumumkan sosok nakhoda barunya. Manajemen Laskar Sambernyawa sepertinya sangat berhati-hati mengenai penunjukan pelatih pengganti Milomir Seslija.
Saat ini, Eduardo Kunde dan kawan-kawan masih dibesut oleh karteker Yogie Nugraha. Pelatih berusia 37 tahun tersebut sudah mengemban tugas sejak September lalu. Masa Yogie sebagai caretaker sejatinya telah habis kala melawan Bali United, 27 Oktober kemarin.
Sehabisnya masa tersebut, Persis Solo mendatangkan Muhammad Hanafing. Hanya saja, di pertandingan selanjutnya menjamu Malut United (21/11), Yogie Nugraha tetap berdiri di pinggir lapangan untuk memberi instruksi ke skuad Persis Solo.
Manajemen Laskar Sambernyawa sempat membeberkan bahwa pelatih baru akan diumumkan setelah laga lawan PSS Sleman, 3 November lalu. Namun hingga berita ini ditulis belum ada pengumuman resmi dari bond kebanggaan wong Solo.
"Update-nya, surat masih kami urus. Kami tidak mau (memberitahu) dahulu, sebelum urusannya selesai," ujar Manajer Persis Solo Chairul Basalamah kepada awak media.
"Karena sebenarnya, ada satu kejadian soal surat (administrasi) yang harus kami urus. Akhirnya batal, padahal sebenarnya sudah ada tiga minggu lalu satu nominasi. Namun, sempat batal (dikontrak)," sambung pria yang kerap disapa Abud tersebut.
Administrasi yang dimaksud adalah penyetaraan lisensi sebagai salah satu persyaratan pelatih. Abud menjelaskan, pengurusan surat tersebut tidak memakan waktu yang sebentar.
"Memang pengurusan surat penyetaraan itu tidak satu-dua jam saja. Penyetaraan itu, penyetaraan lisensi. Karena dia (pelatih) tidak pernah di Indonesia. Jadi gini, kalau orang yang tidak pernah di Indonesia atau berada di rumpunnya AFC maka dia datang harus ada penyetaraan ke AFC," papar Abud.
"Misalnya begini, sosok ini berasal dari Brasil. Mereka di bawah konfederasi CONMEBOL. Jadi Nanti surat menyurat nya antar federasi. Kami hanya memasukkan nama, lalu mengisi formulir, kemudian PSSI akan bersurat ke AFC," jelas Abud.
Satu kandidat ini berasal dari proses penyaringan pelatih usai Milomir Seslija keluar. Sebagai pengingat, manajemen sempat menyebutkan bahwa ada lima dari belasan pelatih yang diseleksi.
"Kemudian mengerucut tiga (pelatih), lalu sudah memilih satu. Namun ada beberapa suratnya yang kami rasa membutuhkan waktu lama. Karena waktu itu, targetnya setelah lawan Borneo harusnya sudah datang," ujar Abud.
Abud menegaskan, manajemen Persis Solo akan mengumumkan secara resmi ketika semua urusan sudah terselesaikan.
"Kami akan umumkan secara resmi ketika benar-benar sudah aman. Istilahnya kami tidak mau mengumumkan, jika kemudian ada apa-apa lagi. Ini lebih ke protect-nya kami saja," imbuhnya. (nis/nik)
Editor : Niko auglandy