RADARSOLO.COM – Laskar Sambernyawa, julukan Persis Solo, kembali menelan pil pahit di Liga 1 musim ini. Kekalahan telak 0-3 dari Malut United di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, pada Selasa (21/11), membuat posisi Persis Solo kian terbenam di papan bawah klasemen.
Hasil buruk ini menjadi kekalahan ketiga secara beruntun bagi Persis Solo. Sebelumnya, mereka tumbang 0-3 dari Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta (27/10), dan kalah 0-2 saat menjamu PSS Sleman di Stadion Manahan (3/11). Kekalahan demi kekalahan tersebut mempersulit upaya Persis untuk keluar dari zona merah.
Persis Solo sebenarnya tampil cukup solid di babak pertama. Lini pertahanan mereka mampu menahan gempuran Malut United sehingga babak pertama berakhir dengan skor kacamata 0-0. Ada harapan bagi Laskar Sambernyawa untuk mencuri poin di laga tandang ini.
Namun, semua berubah di babak kedua. Malut United menunjukkan agresivitas yang lebih tinggi, dipimpin oleh Diego Máximo Martínez Adorno yang tampil gemilang. Diego mencetak gol pertama pada menit ke-52, memanfaatkan kelengahan lini belakang Persis.
Tak berhenti di situ, Diego kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-67, memperlebar keunggulan Malut United menjadi 2-0. Serangan yang terus dilancarkan oleh Malut United membuat Persis semakin kesulitan untuk bangkit.
Gol ketiga Malut United datang melalui aksi Yakob Sayuri pada menit ke-79. Memanfaatkan blunder pertahanan Persis, Yakob dengan tenang menjebol gawang lawan untuk memastikan kemenangan 3-0 bagi tuan rumah.
Baca Juga: Hasil Malut United vs Persis Solo: Winger Timnas Ikut Buat Laskar Sambernyawa Babak Belur di Liga 1
Hingga peluit panjang dibunyikan, Persis Solo tak mampu membalas satu gol pun.
Kekalahan Persis Solo dalam laga ini sebagian besar disebabkan oleh lemahnya transisi dari menyerang ke bertahan. Pelatih Persis Solo, Muhammad Hanafing, mengakui kelemahan ini usai pertandingan.
"Terjadi perubahan di babak kedua, ini salah satu titik kelemahan kita. Transisi dari attack ke defense sangat lemah, dan Malut langsung memanfaatkan itu," ujar Hanafing.
Baca Juga: Sananta-Riyandi Langsung Nyusul Persis Solo ke Ternate Usai gabung Timnas Indonesia
Dia juga menyoroti bahwa semua gol Malut United lahir dari situasi transisi yang buruk.
"Bukan persoalan teknik, karena secara permainan saya melihatnya imbang. Tapi mereka bisa memanfaatkan peluang dengan sangat baik. Inilah sepak bola, siapa yang memanfaatkan peluang itulah pemenangnya," tambahnya.
Kekalahan ini membuat Persis Solo semakin terpuruk di papan bawah. Saat ini, mereka menempati posisi ke-16 dari 18 tim Liga 1, dengan hanya meraih tujuh poin dari 11 laga. Catatan ini berasal dari dua kemenangan, satu hasil imbang, dan delapan kekalahan.
Sebaliknya, kemenangan ini menjadi angin segar bagi Malut United. Skuad asuhan Imran Nahumarury berhasil meraih kemenangan perdana di Stadion Gelora Kie Raha musim ini. Dengan tambahan tiga poin, Malut United naik ke posisi ke-11 klasemen sementara dengan total 14 poin.
Baca Juga: Update Calon Pelatih Baru Persis Solo, Penunjukan Dipastikan Terkendala Masalah Ini
Bagi Persis Solo, situasi ini jelas menjadi alarm besar. Posisi di zona degradasi bukan hanya ancaman bagi keberlangsungan mereka di Liga 1, tetapi juga dapat menurunkan moral tim secara keseluruhan.
Hanafing dan tim pelatih harus segera menemukan solusi untuk memperbaiki kelemahan di lini belakang dan transisi. Tanpa perbaikan, peluang untuk keluar dari zona degradasi akan semakin sulit diwujudkan.
Sementara itu, Malut United dapat memanfaatkan momentum ini untuk terus meraih hasil positif dan menjauh dari zona berbahaya. Kemenangan besar melawan Persis Solo menjadi modal berharga bagi mereka untuk menghadapi pertandingan-pertandingan berikutnya. (nik)
Editor : Niko auglandy