RADARSOLO.COM - Persikabo 1973 menelan kekalahan telak 0-4 dalam laga kandangnya melawan PSMS Medan di Stadion Kera Sakti, Tangerang, pada Minggu (1/12/2024). Tepatnya dalam lanjutan Liga 2 2024/2025 Grup 1.
Kekalahan ini semakin memperburuk posisi Persikabo, yang kini terperosok di dasar klasemen Grup 1.
PSMS Medan tampil luar biasa dalam laga ini, menguasai jalannya pertandingan sejak menit-menit awal. Pemain asing mereka, Jacinto Junior Conceicao Cabral, menjadi bintang lapangan dengan mencetak dua gol (brace).
Gol pertama datang di menit ke-4, ketika ia memanfaatkan kelengahan lini belakang Persikabo. Gol keduanya tercipta pada menit ke-63, memanfaatkan umpan matang yang disodorkan rekan setimnya.
Tak hanya Cabral, PSMS Medan juga memperbesar keunggulan mereka melalui gol Rachmad Hidayat di menit ke-76, dan gol penutupan yang dicetak oleh M. Dwi Rafi Angga pada menit ke-90. Gol terakhir tersebut semakin mempertegas dominasi PSMS, yang tampil lebih efisien dan agresif sepanjang pertandingan.
Hasil ini membawa PSMS Medan naik ke posisi keempat klasemen Grup 1 dengan koleksi 19 poin, hasil dari lima kemenangan, empat hasil imbang, dan dua kekalahan dalam 11 pertandingan yang telah dilalui.
Kemenangan besar ini memberi mereka kepercayaan diri untuk terus bersaing di papan atas dan meraih tiket promosi.
Di sisi lain, nasib Persikabo 1973 semakin suram. Kekalahan telak ini semakin memperburuk perjalanan mereka di Liga 2 musim ini. Dengan hanya satu kemenangan dan satu hasil imbang dari 11 laga yang telah dilalui, Persikabo kini berada di posisi juru kunci Grup 1.
Mereka hanya mengoleksi 4 poin, dengan sepuluh laga lainnya berakhir dengan kekalahan. Persikabo, yang musim lalu sempat tampil di Liga 1, kini terancam terdegradasi ke Liga 3 jika tidak segera bangkit dari keterpurukan ini.
Secara keseluruhan, pertandingan ini menampilkan perbedaan kualitas yang jelas antara kedua tim. PSMS Medan tampil solid, efisien, dan tajam di lini depan, sementara Persikabo harus segera mencari solusi untuk memperbaiki lini pertahanan dan meningkatkan performa tim mereka agar terhindar dari degradasi. (nik)
Editor : Niko auglandy