RADARSOLO.COM - Sriwijaya FC mengalami kekalahan telak 2-4 dari tamunya Persiraja Banda Aceh dalam lanjutan Liga 2 2024/2025 Grup 1 yang berlangsung pada Minggu (1/12/2024) di Stadion Gelora Sriwijaya, Palembang.
Meski tampil di hadapan pendukungnya sendiri, Sriwijaya FC gagal meraih hasil maksimal dan harus menelan pil pahit di kandang.
Pada laga ini, dua gol Sriwijaya FC dicetak oleh Chris Rumbiak yang tampil impresif sepanjang pertandingan. Namun, performa tim tamu, Persiraja Banda Aceh terlalu kuat untuk dihadapi.
Miftahul Hamdi, eks gelandang Persis Solo musi, 2021/2022, menjadi bintang di kubu Persiraja dengan mencetak brace. Gol-golnya tercipta di menit ke-45' dan 60', membawa timnya unggul 2-0 sebelum Sriwijaya FC sempat memperkecil ketertinggalan.
Namun, Persiraja tidak tinggal diam dan terus menambah pundi-pundi gol. Deri Corfe mencetak gol ketiga untuk Persiraja pada menit ke-63', disusul oleh Vivi Asrizal yang menambah keunggulan timnya menjadi 4-1 di menit ke-72'.
Sriwijaya FC hanya mampu mencetak gol hiburan di penghujung laga melalui Chris Rumbiak, namun tak cukup untuk mengubah hasil akhir.
Dengan kemenangan ini, Persiraja Banda Aceh sukses meraih posisi teratas klasemen sementara Grup 1, dengan koleksi 23 poin dari 11 laga yang telah dijalani.
Rapor mereka sangat impresif, dengan tujuh kemenangan, dua seri, dan dua kekalahan. Tim besutan Assanur Rijal Torres kini memimpin grup dengan selisih tiga poin dari PSPS Pekanbaru yang berada di posisi ketiga.
Sementara itu, Sriwijaya FC kini harus menghadapi kenyataan pahit. Kekalahan ini membuat posisi mereka semakin terancam di papan bawah klasemen. Tim asal Palembang tersebut kini terjebak di posisi kedelapan dengan hanya mengumpulkan tujuh poin dari 12 laga yang telah dilakoni.
Mereka baru mencatatkan satu kemenangan dan empat hasil seri, sementara tujuh laga lainnya berakhir dengan kekalahan. Posisi mereka kini semakin terdesak, hanya sedikit lebih baik dari Persikabo 1973 yang berada di dasar klasemen.
Bagi Sriwijaya FC, situasi ini semakin memperburuk peluang mereka untuk bersaing di papan atas. Jika tidak segera bangkit dan memperbaiki performa, mereka berisiko terdegradasi ke Liga 3 musim depan.
Sementara bagi Persiraja Banda Aceh, kemenangan ini menegaskan bahwa mereka bukan hanya sekadar penantang, tetapi kini menjadi tim yang harus diperhitungkan dalam perebutan tiket promosi ke Liga 1. (nik)
Editor : Niko auglandy