RADARSOLO.COM - Persis Solo akan menjamu Barito Putera pada lanjutan Liga 1 di Stadion Manahan, Selasa (3/12/2024). Matchday pekan ke-12 tersebut mungkin tak akan seramai biasanya. Ini lantaran, ada bocoran aksi yang bakal dilakukan oleh para suporter Laskar Sambernyawa.
Menanggapi kabar tersebut, Media Officer Persis Solo Bryan Barcelona mengatakan, manajemen bisa memahami keputusan dari para suporter.
"Teman-teman pasti punya alasan dan pertimbangan juga untuk mengambil beberapa keputusan ini," ucap Bryan Barcelona.
Sekali lagi, Bryan menegaskan bahwa manajemen bisa memahami bahwa suporter punya keputusan dan kebijakan yang mereka ambil. Manajemen pun menghormati itu.
"Tapi kami tetap berkomunikasi dan mencari jalan keluar supaya besok kita bisa memberikan yang terbaik. Tetap memberikan support ke teman-teman yang ada di lapangan," ucapnya.
Di lain sisi, seperti yang diberitakan sebelumnya, berdasarkan informasi yang didapat Jawa Pos Radar Solo, para suporter merencanakan akan memboikot laga Persis Solo versus Barito Putera. Kendati demikian, para pendukung tetap hadir di luar Manahan. Aksi ini bertujuan mengajak para owner untuk menyelesaikan permasalahan di internal Persis Solo.
"Aksi boikot adalah upaya bersama dari sekian banyak aksi yang sudah dilakukan hampir semua komunitas terkait keterpurukan Persis saat ini," ucap sumber yang tidak ingin disebutkan namanya.
Sumber itu menyebutkan, sebelumnya aksi simpatik sudah dilakukan. Begitu pula, aksi mengekspresikan kekecewaan dan aksi menunjukan kemarahan. Seperti menutup store, mess, hingga kantor.
"Hingga akhirnya semua elemen memutuskan untuk mengambil sikap boikot dengan beberapa tuntutan," ucapnya.
"Kami menuntut Rizal (Direktur Bisnis Persis Solo Arizal Perdana Putra), Abud (sapaan akrab Manajer Persis Solo Chairul Basalamah), dan Yogie (Pelatih Yogie Nugraha) keluar dari Persis. Rizal dan Abud kami anggap merusak Persis dengan hengkangnya beberapa pemain dan datangnya pemain-pemain pengganti yang tidak lebih baik dari pemain yang ada sebelumnya," sambungnya.
Bukan hanya pemain senior, suporter juga menggarisbawahi perginya pemain EPA dari Persis Youth yang berlabel MVP.
Dia enggan menyebut sosok yang dimaksud, namun besar kemungkinan adalah Dika Kuswardani, pemain terbaik EPA Liga 1 U-20 2024. Usai membawa Persis U-20 juara, pemain asal Sukoharjo tersebut malah dilepas Persis Solo dan kini bergabung dengan Borneo FC.
"Pemain itu yang seharusnya bermuara pada Persis senior bukan malah dijual kepada tim lain dengan alasan murni bisnis," tambahnya.
Soal permintaan keluarnya Yogie Nugraha juga bukan tanpa alasan menurutnya. Salah satu faktornya adalah kegagalan eks asisten pelatih Bali United tersebut untuk membawakan 7 poin dari 5 pertandingan persis saat berstatus karteker usai dilepasnya Milomir Seslija sebagai head coach.
Dari aksi ini juga, suporter ingin owner Persis Solo bersikap.
"Kami juga menuntut owner dalam hal ini sebagai pemimpin tertinggi dari klub turun menemui suporter dan menjelaskan kondisi tim yang sebenarnya hingga dalam kondisi yang begitu terpuruk," tegasnya. (nis/nik)
Editor : Niko auglandy