Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Surakartans: Persis Solo Sedang Tidak Baik-Baik Saja dan Masih Ada Diskriminatif di Dalam Stadion

Mannisa Elfira • Kamis, 5 Desember 2024 | 00:23 WIB

 

semua elemen suporter Persis Solo kompak berada di luar stadion memboikot dukungan ke Persis Solo saat lawan Barito Putera di Stadion Manahan , Selasa malam (3/12/2024).
semua elemen suporter Persis Solo kompak berada di luar stadion memboikot dukungan ke Persis Solo saat lawan Barito Putera di Stadion Manahan , Selasa malam (3/12/2024).

RADARSOLO.COM – Elemen suporter Persis Solo kompak melakukan boikot mendukung secara langsung pertandingan Persis di laga kandangnya. Itu di perlihatkan saat laga Persis Solo kontra Barito Putera di depan pintu D Stadion Manahan, Selasa (3/12) malam, seluruh tribun suporter terlihat sepi.

Hampir semua anggota berada di luar stadion. Surakartans lebih memilih menggelar nonton bareng (nobar) laga tersebut di luar tribun timur Stadion Manahan. Ini merupakan spontanitas mereka sebagai bentuk aksi protes terhadap segala permasalahan yang selama ini selalu disepelekan.

Hal tersebut dibeberkan oleh perwakilan Surakartans Ivan Bogdanov. Dia mengambil contoh seperti mahalnya harga tiket yang tak sebanding dengan performa klub.

"Alih-alih kita ingin mencari hiburan dengan harapan melihat permainan yang indah, namun malah berbanding terbalik hampir disetiap pertandingan kandang maupun tandang," ucap Ivan.

"Dan diwaktu yang bersamaan pula, kondisi Persis Solo sedang tidak baik-baik saja. Seluruh elemen suporter Solo menyuarakan hal yang sama; yaitu memboikot laga untuk mendesak Abud (Chairul Basalamah), Rizal (Arizal Perdana Putra), beserta kroninya keluar dari jajaran internal Persis Solo," lanjutnya.

Ivan juga menyebutkan, ada regulasi masuk ke stadion yang menurut mereka tak masuk akal. Dalam hal ini, dia menyebutkan contoh seperti tidak boleh membawa rokok di tribun.

"Kemudian diberlakukannya sistem yang menurut kami diskriminatif dan secara tak langsung membuat gap kompetitif terhadap pelaku usaha kecil. Di mana para pedagang bisa berjualan di area stadion dengan syarat harus membayar kepada pihak panpel, dan yang tak mampu membayar maka hanya bisa berjualan di luar area stadion," paparnya.

Dia menilai seharusnya kebijakan mampu memutar roda ekonomi di sekitar stadion saat Persis berlaga, kini malah terpaksa menyingkir dan memangkas perputaran ekonomi lokal.

"Bagaimanapun, ketika Persis Solo sedang melakukan hajat maka semua orang berhak merayakannya. Termasuk para pedagang dan masyarakat yang membutuhkan ketika penampungan Foodbank tercukupi dan siap distribusi," ucapnya.

"Sebab bagi kami Persis Solo adalah milik masyarakat Solo itu sendiri," imbuhnya. (nis/nik)

Editor : Niko auglandy
#surakartans #persis solo