Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Tiga Suporter Sempat Diamankan Saat Adanya Aksi Boikot Laga Persis Solo vs Barito Putera di Manahan, Ini Kronologis dan Kondisinya Saat Ini

Antonius Christian • Kamis, 5 Desember 2024 | 03:21 WIB
Elemen komunitas suporter Persis Solo membentangkan spanduk kritikan saat jalani aksi boikot di Stadion Manahan, Selasa malam (3/12).
Elemen komunitas suporter Persis Solo membentangkan spanduk kritikan saat jalani aksi boikot di Stadion Manahan, Selasa malam (3/12).

RADARSOLO.COM - Pasca aksi demonstrasi yang digelar elemen suporter di Stadion Manahan pasca pertandingan Persis Solo kontra Barito Putra Selasa (3/12) malam, tiga orang suporter diamankan pihak kepolisian. Mereka diduga mencoba memperkeruh suasana saat aksi berlangsung.

Tiga orang suporter diamankan antara lain DF, 24, warga Ngemplak, Boyolali, GM, 28, warga Ceper, Klaten, dan DD, 30, warga Colomadu, Karanganyar. Hal ini diungkapkan Kasatreskrim Polresta Solo Kompol Ismanto Yuwono. Di mana saat berada di tengah-tengah kerumunan massa tersebut, mereka terindikasi mengonsumsi miras.

"Jadi saat aksi itu, mereka memang tidak melakukan tindakan anarkis dan tidak membawa sajam, namun mereka terpengaruh miras. Guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan kami tarik yang bersangkutan dari kerumunan massa, kemudian kami bawa ke kantor," tuturnya.

Ismanto menambahkan dari hasil pemeriksaan, sebelum bergabung dengan peserta aksi, mereka sempat menenggak miras. Dalam pengaruh miras inilah mereka lantas bergabung dengan elemen suporter lain.

"Mereka datang ke lokasi setelah melihat ajakan untuk protes ke manajemen Persis dari Instagram," tuturnya.

Sejak awal, lanjut Ismanto, pihaknya sudah mengetahui akan adanya aksi tersebut.

"Mereka kami amankan saat akan melakukan aksi karena miras. Jadi mengkhawatirkan akan memicu atau melalukan tindakan tidak terkontrol. Karena orang mabuk kan tidak bisa mengontrol dirinya. Jadi ini lebih pada langkah antisipasi. Ini sudah protap dari polresta," jelas Ismanto.

Soal nasib ketiga suporter tersebut, saat ini sudah dilakukan pembinaan dari Polresta Solo. "Sudah kami pulangkan, namun kami  beri sanksi wajib lapor," imbuh Ismanto.

Dijelaskan Ismanto, aksi demo ini merupakan wujud hak demokrasi yang dilindungi undang-undang. "Sehingga aspirasi ini dikanalisasi, karena sebenarnya ini aksi damai untuk ditindaklanjuti demi kebaikan Persis Solo kedepan," pungkas Ismanto. (atn/nik)

Editor : Niko auglandy
#persis solo #barito putera #polresta #suporter