RADARSOLO.COM - Lini depan Laskar Sambernyawa -julukan Persis Solo- masih tumpul. Hingga pekan ke-12, taji striker bond kebanggaan wong Solo belum maksimal.
Ambil contoh Ramadhan Sananta. Tampil dalam 12 pertandingan, bomber berlabel Timnas Indonesia tersebut baru menyumbangkan satu gol plus satu assist.
Ini cukup berbeda dengan musim lalu. Dengan jumlah pertandingan yang sama, Sananta mampu menciptakan 5 gol.
Cukup ironis, mengingat dia masih dipanggil timnas saat ini. Ketajamannya tentu sangat diharapkan publik bisa lebih berkembang kedepannya.
Begitu pula dengan Arkhan Kaka. Striker berusia 17 tahun yang kini jadi pemain timnas di ASEAN Cup 2024 tersebut baru mencetak satu gol.
Di Liga 1 musim ini dia baru merumput lima kali, jadi bisa dibilang jam bermainnya di Persis masih minim.
Selanjutnya yang disorot adalah Karim Rossi. Didatangkan pada musim 2024/2025, striker Swiss tersebut masih perlu membuktikan ketajamannya. Terjun di 10 pertandingan, Rossi baru mencetak 2 gol bagi Laskar Sambernyawa.
Di kubu Persis musim ini, Moussa Sidibe masih menjadi topskor sementara klub. Sejauh ini, pemain berdarah Mali tersebut telah membukukan 4 gol dan 3 assist bagi Persis Solo.
Dan perlu diingat juga dalam empat laga terakhir Persis tak bisa mencetak gol ke gawang lawan, situasi ini tentu jadi pekerjaan rumah (PR) super berat untuk pelatih baru Persis, yakni Ong Kim Swee.
Dalam hal persaingan di Liga 1, Persis juga termasuk kontestan dengan gol paling sedikit nomor 3. Selama ini, Laskar Sambernyawa baru membukukan 9 gol. Lebih banyak dibanding Persita Tangerang (8 gol) dan PSIS Semarang (7 gol).
Catatan tersebut juga membuat Persis Solo terpuruk di klasemen sementara. Hingga pekan ke-12, Laskar Sambernyawa masih tertahan pada zona merah.
Mereka terjembab sebagai penghuni nomor 16 dari 18 peserta, dengan tabungan 8 poin.
Kehadiran Ong Kim Swee pekan lalu diharapkan mampu mendongkrak performa Persis Solo.
"Saya tidak bisa mengubah tim dengan begitu cepat, dan yang penting mereka paham dengan tugas masing-masing, dan setelahnya itu kita akan memperbaiki sedikit demi sedikit,” ucap pelatih asal Malaysia tersebut.
Pelatih yang akrab disapa OKS tersebut sebelumnya menjalani laga debutnya saat Persis Solo ditahan imbang Barito Putera 0-0 di Stadion Manahan, 3 Desember. Ada beberapa hal yang menarik pada laga tersebut. Termasuk debutnya pemain muda Braif Fatari.
"Bagi saya semua pemain mencoba apa yang saya inginkan, karena mereka memberikan kesungguhan, itu merupakan objektif pertama saya," jelas pelatih berusia 53 tahun tersebut.
Dalam ruang ganti, OKS juga memberi sejumlah wejangan kepada punggawa Persis Solo. Hal tersebut tampak pada cuplikan Cerita Di Balik Laga yang diunggah Persis di akun Youtube-nya.
"Saya sedikit berharap semua paham. Saya tidak mengharapkan keajaiban dari kalian. Namun selama kalian masih punya itu di pikiran kalian, apa yang kalian lakukan adalah tanggung jawab. Apa tanggung jawabmu ketika menyerang, ketika bertahan. Itulah hal terbaiknya," tutur OKS di depan para pemain. (nis/nik)
Editor : Niko auglandy